kingsheadwye.com

Rupiah Nyaris Rp18.000 per Dolar AS, Perang Yaman hingga The Fed Jadi Penentu

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah masih bergerak di sekitar level Rp17.900 per dolar AS. Pergerakannya dipengaruhi sejumlah sentimen global, mulai dari perkembangan konflik di Yaman hingga arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed.

Baca Juga

Di dalam negeri, kondisi ekonomi Indonesia juga menjadi perhatian pasar. Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 mencapai 5,2 persen, meski sejumlah indikator menunjukkan aktivitas ekonomi domestik masih menghadapi tekanan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur PT Traze Andalan Futures sekaligus Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan indeks dolar AS menguat pada Selasa, (6/10/2026). Sentimen eksternal menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam pergerakan rupiah.

Baca Juga

Di Yaman, pasukan pemerintah yang diakui secara internasional dengan dukungan serangan udara Arab Saudi dilaporkan mencapai pinggiran kota Mocha pada Senin malam. Kementerian Pertahanan Yaman menyatakan kota tersebut telah berhasil direbut.

Namun, laporan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Kelompok Houthi yang menguasai sejumlah wilayah di Yaman membantah klaim pemerintah yang didukung Saudi.

Baca Juga

Houthi juga dilaporkan mencatat kemajuan di dekat Taiz serta melancarkan serangan terhadap sejumlah lokasi di Arab Saudi. Perkembangan tersebut menjadi salah satu faktor geopolitik yang dicermati pasar.

Dari Amerika Serikat, data inflasi Personal Consumption Expenditures atau PCE pada Agustus berada di bawah ekspektasi dan sejumlah data sebelumnya direvisi turun. Data ketenagakerjaan dan inflasi yang lebih lemah turut mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan 27 sampai 28 Oktober mendatang.

Pasar selanjutnya menunggu risalah pertemuan Federal Open Market Committee atau FOMC September pada Rabu serta data klaim awal tunjangan pengangguran pada Kamis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Ibrahim mencatat rupiah pada perdagangan Selasa ditutup menguat dibandingkan posisi sebelumnya. "Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 18 point sebelumnya sempat melemah 5 point dilevel Rp.17.899 dari penutupan sebelumnya di level Rp.17.917," ujarnya, dikutip dari keterangannya, Selasa. 

Untuk perdagangan berikutnya, rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif. Ibrahim memperkirakan mata uang Garuda berada pada rentang Rp17.890 hingga Rp17.940 per dolar AS.

Halaman Selanjutnya

"Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp.17.890 - Rp.17.940."