kingsheadwye.com

Rusia memilih penyelesaian diplomatik di Ukraina - ANTARA News Kalimantan Selatan

Cholpon Ata, Kyrgyzstan (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan Moskow tetap mengutamakan penyelesaian politik dan diplomatik atas konflik Ukraina. 

Namun, Rusia tidak dapat berbuat banyak jika Amerika Serikat memiliki pandangan yang sama dengan para pemimpin Eropa dan Ukraina bahwa kesepakatan KTT Anchorage telah berakhir.

Lavrov mengingatkan bahwa Presiden Prancis Emmanuel Macron secara terbuka menyatakan tidak ada lagi Anchorage maupun kesepahaman yang dihasilkan dari pertemuan tersebut. 

Menurutnya, Amerika Serikat mendukung pandangan Paris, sementara Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha juga mengatakan bahwa kesepakatan Anchorage telah dikuburkan.

"Jika penilaian itu juga dianut oleh Amerika Serikat, lalu apa yang dapat kami lakukan? Tentu saja kami telah berulang kali mengatakan bahwa kami lebih memilih penyelesaian politik dan diplomatik, tetapi kami akan mencapai tujuan kami dalam keadaan apa pun," kata Lavrov kepada wartawan, Jumat.

Lavrov lebih lanjut mengatakan Amerika Serikat tampaknya telah mengubah pendekatannya dalam memahami hasil pertemuan mengenai Ukraina di Alaska. 
Meski demikian, menurut dia, Rusia tidak memiliki beban moral karena telah siap melaksanakan kesepakatan tersebut.

"Penolakan yang arogan, bahkan bisa dikatakan meremehkan, terhadap usulan Amerika itu terjadi tidak sedikit karena (Volodymyr) Zelenskyy terus dipasok senjata. Drone juga dikirim kepadanya dalam jumlah sangat besar, yang digunakannya untuk mencoba mengganggu stabilitas Rusia dengan menyerang warga sipil dan sasaran sipil," kata Lavrov.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Lavrov: Rusia memilih penyelesaian diplomatik di Ukraina

Pewarta: Primayanti
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.