Samsung siapkan produksi panel AMOLED untuk Galaxy S27 Series
Jakarta (ANTARA) - Samsung Display dikabarkan memulai produksi massal panel AMOLED pada bulan ini untuk digunakan pada lini Galaxy S27 Series, menyusul dimulainya produksi massal chipset Exynos 2700 yang akan disematkan pada seri ponsel tersebut.
Dilansir dari laporan GSM Arena pada Jumat (2/10) waktu setempat, Samsung Display menargetkan pengiriman sekitar 47 juta hingga 48 juta panel untuk lini Galaxy S27.
Jumlah tersebut sekitar 10 persen lebih tinggi dibandingkan target pengiriman panel untuk seri Galaxy S26 yang berada di kisaran 40 jutaan unit.
Baca juga: Samsung jadi pemasok panel AMOLED iPhone terbaru
Galaxy S27 Series akan terdiri atas empat model, yakni Galaxy S27 dengan layar 6,27 inci, Galaxy S27+ dengan layar 6,66 inci, Galaxy S27 Pro dengan layar 6,47 inci, dan Galaxy S27 Ultra dengan layar 6,89 inci.
Kehadiran Galaxy S27 Pro sebagai model baru dalam lini produk tersebut menjadi salah satu alasan peningkatan target produksi panel Samsung Display.
Samsung Display diminta menyiapkan antara 2 juta hingga 3 juta panel Galaxy S27 Pro pada tahun ini, kemudian ditingkatkan menjadi 4 juta hingga 5 juta unit pada 2027.
Produksi panel pada 2026 tersebut bukan berarti Galaxy S27 Pro akan diluncurkan pada tahun yang sama. Panel tersebut dipersiapkan agar tersedia untuk proses perakitan ponsel pada awal 2027, yang diperkirakan juga menjadi waktu peluncuran seluruh jajaran Galaxy S27.
Selain itu, Galaxy S27 Pro dan Galaxy S27 Ultra disebut akan membawa fitur Privacy Display. Fitur tersebut sebelumnya diperkenalkan Samsung pada Galaxy S26 Ultra yang berfungsi untuk membatasi sudut pandang layar sehingga layar sulit dilihat oleh orang di sekitar pengguna.
Baca juga: Mengenal teknologi layar smartphone: OLED, AMOLED, hingga LTPO
Baca juga: Samsung Galaxy A07s hadir dengan baterai 5.000 mAh dan layar 6,7 inci
Baca juga: Pengguna keluhkan muncul bintik di layar Samsung Galaxy S26 Ultra
Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.