kingsheadwye.com

Santriwati Korban Pelecehan Eks Pimpinan Ponpes di Lombok Tengah Bertambah

Senin, 28 September 2026 - 23:00 WIB

Mataram, VIVA – Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat menaruh atensi penanganan kasus dugaan pelecehan santriwati oleh pimpinan pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Lombok Tengah.

Baca Juga

"Kalau masalah ponpes itu, polda atensi," kata Direktur Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polda NTB Kombes Pol. Ni Made Pujawati di Mataram, Senin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sesuai garis komando, Polda NTB menaruh atensi dengan melihat rangkaian penanganan yang kini berjalan di Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Tengah.

Baca Juga

"Jadi, polda nanti sifatnya koordinasi langsung dengan penyidik," ujarnya.

Pujawati mengaku belum melihat langsung berkas perkara sehingga belum dapat memberikan penjelasan lebih jauh mengenai materi dan perkembangan penanganan di Polres Lombok Tengah.

Baca Juga

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan jumlah terduga korban kian bertambah sejak kasus ini mencuat ke publik.

Sejauh ini, kata dia, pihaknya mencatat ada 16 orang dari alumni santriwati yang mengaku sebagai korban dari terlapor inisial MIS.

Beberapa di antaranya disebut Joko telah memberikan keterangan kepada penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Lombok Tengah dengan pendampingan LPA Kota Mataram.

Kepolisian juga telah meminta keterangan dari MIS yang kini berstatus mantan pimpinan ponpes tersebut.

Kepala Satreskrim Polres Lombok Tengah AKP Punguan Hutahaean sebelumnya mengatakan penyidik masih mendalami laporan yang diterima sejak Februari 2025 dengan mengumpulkan keterangan dan alat bukti untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

"Yang jelas penanganan perkara ini menjadi prioritas utama kami. Termasuk mengawal hak santri yang mungkin masih takut melapor," katanya.

Terduga pelaku MIS sebelumnya membantah tuduhan tersebut dan menyatakan seluruhnya tidak benar serta tidak berdasar.

Ia juga membantah rekaman suara yang diberitakan BBC News sebagai pengakuan dan menyebut percakapan tersebut merupakan bagian dari upaya tabayun atau klarifikasi dengan sejumlah santri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

MIS mengatakan persoalan ini lebih kepada masalah pribadi dan tidak berkaitan dengan institusi ponpes. Ia mengaku khawatir pemberitaan mengenai perkara tersebut berdampak terhadap aktivitas belajar-mengajar di ponpes.

Atas pertimbangan tersebut, MIS menyatakan mundur dari seluruh jabatan yang diemban dan posisi jabatannya kini digantikan oleh Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB).

Halaman Selanjutnya

"Saya mengambil keputusan besar, dengan hati yang ikhlas untuk mundur dan melepas semua jabatan saya," katanya. (Ant)