kingsheadwye.com

Sebagai penghormatan HUT ke-81 RI, Nelayan Aceh libur melaut - ANTARA News Aceh

Banda Aceh (ANTARA) - Lembaga hukum adat Panglima Laot (laut) Aceh menyatakan bahwa nelayan di seluruh Aceh tidak melaut pada Senin (17/8) sebagai bentuk penghormatan terhadap peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

“Kita manfaatkan momentum peringatan Hari Damai dan Kemerdekaan untuk introspeksi, zikir dan doa,” kata Sekjen Panglima Laot Aceh, Azwir Nazar, Aceh Besar, Senin.

Ia menegaskan, peringatan hari kemerdekaan memang sudah menjadi pantangan melaut di Aceh yang sudah disepakati oleh masyarakat hukum adat laot di seluruh lhok (wilayah) di Aceh sejak dahulu.

Sebagai informasi, Panglima Laot merupakan lembaga hukum adat laut yang membawahi nelayan di Aceh. Semua permasalahan yang berhubungan dengan nelayan di laut tidak terlepas dari wewenang lembaga tersebut.

Azwir menegaskan, fungsi dan peran Panglima Laot Aceh adalah menjaga adat istiadat laut. Termasuk salah satunya terkait penetapan hari-hari pantangan melaut.

Selain peringatan HUT RI, hari pantangan melaut di Aceh lainnya yaitu Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha masing-masing tiga hari, peringatan Tsunami, tiga hari setiap pelaksanaan adat kenduri laut, dan juga pada hari Jumat.

Maka dari itu, Panglima Laot  mengimbau para nelayan dan masyarakat untuk memperbanyak zikir dan doa di wilayah masing-masing selama tidak melaut.

Menanggapi berbagai kondisi yang terjadi saat ini, pihaknya juga meminta para nelayan untuk saling menjaga.

“Bagaimanapun perdamaian adalah anugerah dari Allah SWT. Tugas kita untuk menjaga dan merawatnya,” ujarnya.

Di sisi lain, ia juga menuturkan bahwa kondisi nelayan di sejumlah daerah masih menghadapi dampak bencana hidrometeorologi. Selain tempat tinggal yang belum terpenuhi, sejumlah kuala rusak, begitu pula tambak ikan dan udang, fasilitas nelayan, serta berbagai kebutuhan lainnya.

“Dalam rangka peringatan kemerdekaan ini, kita berharap pemerintah pusat dan pemerintah Aceh terus memperhatikan nelayan yang kehidupannya semakin sulit akibat kondisi ekonomi,” demikian Azwir Nazar.
 

Pewarta: Nurul Amalia
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.