Sebanyak 111 SMA-SMK di Jakbar ikuti TKA utama 2026
Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 111 sekolah tingkat SMA dan SMK negeri maupun swasta di wilayah Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat Wilayah 2 melaksanakan Tes Kompetensi Akademik (TKA) utama tahun 2026 sebagai bagian dari standarisasi nasional.
“Totalnya ada 111 sekolah, yakni 51 SMK dan 60 SMA yang ada di area Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Barat,” ujar Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat Wilayah 2, Muhammad Arief Rahmat saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Arief mengatakan TKA diikuti siswa kelas XII dari sekolah formal.
"Pelaksanaannya dibagi jadi dua gelombang, yakni 26–29 Oktober dan 2–5 November 2026," kata Arief.
Dikatakan Arief, dari 51 SMK peserta, sebanyak empat merupakan SMK negeri dan 47 lainnya sekolah swasta. Sementara itu, dari 60 SMA, delapan merupakan SMA negeri dan 52 lainnya sekolah swasta.
Adapun TKA gelombang khusus bagi peserta dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), dan pondok pesantren dijadwalkan pada 31 Oktober–1 November untuk mata pelajaran wajib serta 7–8 November untuk mata pelajaran pilihan.
"Pelaksanaan hari pertama TKA di Jakbar secara umum kondusif. Sempat terjadi kendala listrik padam di salah satu sekolah, tapi dapat ditangani," kata Arief.
Ia berharap seluruh peserta dapat mempersiapkan diri dengan baik sehingga memperoleh hasil yang optimal.
"Untuk anak-anak bukan hanya jenjang SMK tapi juga seluruhnya di SMA, mudah-mudahan mereka bisa mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya sehingga meraih hasil yang baik," pungkasnya.
Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 menjadi terobosan pemerintah untuk memetakan kemampuan akademik siswa secara objektif melalui pengukuran terstandar secara nasional.
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen Rahmawati di Jakarta pada Rabu mengatakan TKA berfungsi sebagai instrumen untuk mengukur capaian pembelajaran siswa dengan standar yang sama di seluruh Indonesia, sehingga hasilnya dapat memberikan gambaran lebih objektif mengenai kemampuan akademik peserta didik.
“Kurikulumnya sama dari Sabang sampai Merauke, target pembelajarannya juga seragam. Nah, lewat TKA ini kita mau lihat, seberapa jauh hasilnya? Dulu memang ada pengukuran, tapi sifatnya subjektif karena standarnya beda-beda tergantung sekolah atau guru yang mengajar,” ujar Rahmawati.
Ia menjelaskan TKA dirancang untuk memberikan gambaran capaian pembelajaran siswa yang dapat dibandingkan berdasarkan standar nasional, berbeda dengan penilaian yang selama ini bergantung pada standar masing-masing sekolah atau guru.
Rahmawati juga mengatakan sertifikat hasil TKA dapat dimanfaatkan siswa sebagai dokumen pendukung untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun menghadapi persaingan di dunia kerja.
Dalam pelaksanaannya TKA menggunakan sistem berbasis komputer dengan variasi soal yang dirancang untuk mengukur pemahaman serta kemampuan siswa dalam mengolah informasi dan menerapkan pengetahuan.
Baca juga: Ribuan pelajar TK sampai SMA ikuti kompetisi seni di Jakarta Utara
Baca juga: Polisi sebut anggota sindikat narkoba di Tangsel alumni SMA hingga S2
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.