Tiga Atlet Panjat Tebing Indonesia Duduki Tiga Besar Rangking Dunia
Jakarta -
Tiga atlet panjat tebing Indonesia berhasil menembus tiga besar peringkat dunia pada nomornya masing-masing. Mereka adalah Putra Tri Ramadani alias Srondeng, Desak Made Rita Kusuma Dewi, dan Antasyafi Robby Al Hilmi.
Prestasi ini menjadi modal penting bagi tim nasional panjat tebing Indonesia untuk menghadapi persaingan internasional, terutama dalam perjuangan merebut tiket menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Putra Tri Ramadani menempati peringkat kedua dunia nomor lead putra dengan koleksi 3.370 poin. Ia berada di bawah atlet Jepang, Neo Suzuki, yang mengumpulkan 4.405 poin. Sementara itu, posisi ketiga ditempati Alberto Gines Lopez dari Spanyol dengan 3.340 poin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di nomor speed putri, Desak Made Rita Kusuma Dewi juga menduduki peringkat kedua dunia dengan 3.370 poin. Ia berada di bawah Emma Hunt dari Amerika Serikat yang mengoleksi 3.656 poin, sedangkan posisi ketiga ditempati Polina Khalkevych dari Ukraina dengan 3.075 poin.
Sementara itu, Antasyafi Robby Al Hilmi menempati peringkat ketiga dunia nomor speed putra dengan raihan 3.426 poin. Ia berada di bawah Ryo Omasa dari Jepang dengan 3.600 poin dan Yicheng Zhao dari China dengan 3.485 poin.
Indonesia juga menempatkan atlet lainnya di jajaran atas nomor speed putra. Raharjati Nursamsa menempati peringkat keempat dengan koleksi 3.005 poin.
Desak Made mengaku senang dengan pencapaiannya sepanjang musim kompetisi tahun ini. Ia menikmati persaingan di berbagai kejuaraan internasional dan bertekad terus mengasah kemampuan untuk menghadapi tantangan yang lebih berat pada musim berikutnya.
Atlet asal Bali tersebut menyadari persaingan akan semakin ketat. Karena itu, konsistensi latihan menjadi salah satu fokus utamanya demi menjaga performa sekaligus membuka peluang tampil di Olimpiade Los Angeles 2028.
"Saya berharap bisa konsisten dalam berlatih. Saya berharap bisa terus membela Indonesia di kompetisi internasional. Tujuan utamanya adalah bisa lolos ke Olimpiade dan meraih emas di Olimpiade Los Angeles 2028," ujar Desak Made.
Head Coach Timnas Panjat Tebing Indonesia, Galar Pandu Asmoro, menyambut positif pencapaian para atlet. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak yang mendukung perkembangan panjat tebing Indonesia.
"Ini hasil kerja keras bersama mulai dari pengurus, pelatih, manajemen, atlet juga, serta para stakeholder untuk mewujudkan semua itu," kata Galar.
Meski bangga dengan pencapaian tersebut, Galar mengingatkan tim agar tidak cepat berpuas diri. Persiapan menghadapi kompetisi pada 2027 menjadi pekerjaan penting, terutama untuk memperjuangkan tiket menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
"Tahun 2027 kita punya PR besar, yaitu kita harus meloloskan atlet-atlet kita untuk kuota ke Olimpiade LA 2028," jelasnya.
(ran/nds)