Sekda Herman Dorong Peternak Ayam Petelur di Jabar Naik Kelas
Saeful Anwar
| 26 September 2026, 22:04 WIB

Sekda Jabar, Herman Suryatman, menyebut pengembangan ayam petelur berpotensi besar menjadi pengungkit ekonomi masyarakat. - Foto: Humas Pemprov Jabar
AKURAT.CO Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong peternak ayam petelur untuk naik kelas secara ekonomi.
Salah satunya dengan mencanangkan kegiatan EGG, atau Endog Jabar Go Global, yang akan memperluas akses pembiayaan, sekaligus meningkatkan literasi keuangan dan kualitas pengelolaan usaha peternak.
Sekda Jabar, Herman Suryatman, mengatakan, pengembangan ayam petelur memiliki potensi besar menjadi pengungkit ekonomi masyarakat, baik melalui usaha peternakan skala industri maupun rumah tangga.
Selain mendukung ketahanan pangan, usaha ini dapat meningkatkan pendapatan sekaligus mengurangi beban pengeluaran warga.
"Ayam, baik pedaging maupun petelur, sangat potensial. Tidak semuanya harus dikonsumsi, sebagian bisa dijual untuk meningkatkan pendapatan," ujar Herman, dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Kerja Sama Implementasi Pengembangan Komoditas Unggulan Ayam Petelur Melalui Layanan Inklusi Keuangan di Provinsi Jawa Barat, di Bappeda Jabar, Kota Bandung, pada Jumat (25/9/2026).
Baca Juga: Pemprov Jabar-Kemenkes Reformasi Sistem Kesehatan, Pasien Tak Lagi Harus Lewati Rujukan Berjenjang
Herman pun menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, OJK, dan perbankan untuk memperluas akses pembiayaan, sekaligus meningkatkan literasi keuangan dan kualitas pengelolaan usaha peternak.
"Jadi, kami berharap sektor peternakan, khususnya ayam petelur, bisa menjadi pengungkit. Sederhana, tetapi luar biasa dampaknya. Bukan hanya skala industri, termasuk skala rumah tangga," tuturnya.
Dari sisi pembiayaan, Herman mengungkapkan potensi kredit sektor peternakan di Jawa Barat mencapai Rp565 miliar.
Namun, plafon kredit yang telah terealisasi baru sekitar Rp81 miliar, dengan outstanding sekitar Rp49 miliar.
Sementara itu, Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman, menyampaikan, program pengembangan ekonomi daerah ini melibatkan 4.665 peternak ayam petelur yang tersebar di 21 sentra peternakan.