kingsheadwye.com

Sekda Nabire: Dana Otsus Rp17,4 miliar sentuh kebutuhan OAP - ANTARA News Papua Tengah

Nabire (ANTARA) - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Yulianus Passang memastikan tambahan dana otonomi khusus (Otsus) sebesar Rp17,4 miliar dari pemerintah pusat diarahkan pada program-program untuk memenuhi kebutuhan Orang Asli Papua (OAP).

"Pemanfaatan program dari tambahan dana Otsus sebesar Rp17,4 miliar itu tentu akan kita bahas dalam APBD Perubahan 2026 dulu. Namun, program-programnya harus untuk memenuhi kebutuhan OAP,” ujarnya.

Ia mengatakan, dana Otsus merupakan anggaran yang secara khusus diarahkan untuk memberikan manfaat bagi OAP, baik melalui program langsung maupun pembangunan yang mendukung kebutuhan masyarakat.

Menurut dia, tambahan anggaran tersebut akan diprioritaskan untuk sejumlah kebutuhan mendesak, seperti pemenuhan stok obat di puskesmas dan rumah sakit, penyediaan seragam sekolah bagi anak-anak OAP, hingga bantuan pangan.

Selain itu, dana Otsus dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur di permukiman OAP dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian maupun perikanan.

"Prinsip dasarnya, peruntukan dana Otsus dapat digunakan untuk pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun infrastruktur, selama sasaran penerima manfaat utamanya adalah OAP dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan," ujarnya.

Ia menegaskan, OPD penerima alokasi dana Otsus harus memastikan program yang dilaksanakan benar-benar menjangkau masyarakat OAP.

Ia mencontohkan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang memperoleh alokasi untuk pencetakan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil OAP harus memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat, termasuk dengan turun ke wilayah pulau-pulau dan pedalaman.

"Petugasnya tidak boleh hanya menunggu di kantor. Mereka harus turun langsung ke pemukiman warga OAP," katanya.

Di sektor pendidikan, dana Otsus dapat mendukung pembangunan asrama dan sekolah di wilayah yang sulit dijangkau, termasuk dukungan bagi guru yang mengajar di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dengan penerima manfaat utama tetap anak-anak OAP.

Sementara di bidang kesehatan, penguatan layanan puskesmas pembantu dan puskesmas di wilayah 3T menjadi salah satu upaya untuk memastikan masyarakat OAP di daerah terpencil memperoleh layanan kesehatan.

Pagu dana Otsus Kabupaten Nabire tahun ini meningkat dari Rp226,2 miliar menjadi Rp243,6 miliar setelah mendapat tambahan alokasi Rp17,4 miliar dari pemerintah pusat.

Ia menjelaskan, penggunaan dana Otsus akan dipantau bersama Inspektorat Kabupaten Nabire untuk memastikan anggaran tersebut digunakan sesuai peruntukan.

"Saya akan selalu memantau dan secara khusus berkoordinasi dengan Inspektorat. Dana Otsus ini jangan ada yang menyalahgunakan. Jika dana Otsus disalahgunakan, pasti akan kita proses hukum," katanya pula.

Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.