kingsheadwye.com

Selipkan Uang di Pesanan Bocah Kemoterapi, Penjual Pancake Ini Viral

Jakarta -

Penjual pancake telur ini diam-diam menyelipkan uang untuk bocah yang sedang jalani kemoterapi. Kebaikannya berbalik membawa rezeki hingga lapaknya ramai pembeli.

Kebaikan penjual makanan kaki lima di China ini membuat banyak orang tersentuh. Meski penghasilannya tak besar dan masih terlilit utang usaha, ia rela menyisihkan uang untuk bocah yang sedang menjalani kemoterapi.

Kisah ini dialami Wang Xianhuang, pria 33 tahun yang sehari-hari berjualan pancake telur atau egg pancake di sebuah lapak kaki lima di Hefei, Provinsi Anhui, China.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Makanan tersebut menjadi dagangan utama Wang yang juga dapat dipesan pelanggan melalui layanan pesan antar.

Dilansir dari South China Morning Post (26/08/2026), pada 17 Agustus, Wang menerima pesanan pancake telur dengan sebuah catatan khusus. Pesanan itu ditujukan untuk seorang anak yang tengah menjalani kemoterapi.

Selipkan Uang di Pesanan Bocah yang Sedang Kemoterapi, Penjual Pancake Ini Jadi LarisSelipkan Uang di Pesanan Bocah yang Sedang Kemoterapi, Penjual Pancake Ini Jadi Laris Foto: CCTV

"Untuk anak yang sedang menjalani kemoterapi. Tolong jangan tambahkan irisan rumput laut atau selada. Buat setengah porsinya tidak pedas," tulis pelanggan tersebut.

Membaca catatan tersebut, Wang langsung tergerak hatinya. Setelah menyiapkan pancake sesuai permintaan, ia memberikan tambahan dua gelas susu kedelai secara gratis.

Wang juga diam-diam menyelipkan uang tunai 100 yuan (Rp263 ribu) ke dalam pesanan makanan itu. Jumlah tersebut bukan nominal kecil baginya karena setara dengan keuntungan berjualan selama sekitar empat hari.

Selipkan Uang di Pesanan Bocah yang Sedang Kemoterapi, Penjual Pancake Ini Jadi LarisSelipkan Uang di Pesanan Bocah yang Sedang Kemoterapi, Penjual Pancake Ini Jadi Laris Foto: CCTV

Ternyata pelanggan yang memesan makanan itu adalah seorang ayah bermarga Zhu. Putranya, Haolin, berusia empat tahun dan didiagnosis leukemia pada Februari. Saat ini, Haolin masih menjalani pengobatan.

Zhu jelas tersentuh dengan aksi kebaikan Wang, dan membagikan kisah ini ke media sosial.

"Orang asing menunjukkan kepedulian kepada anak yang sakit. Selalu ada kehangatan di dunia ini yang bisa menerangi hari-hari paling gelap," tulis Zhu.

Kebaikan Wang terasa semakin menyentuh karena kondisi ekonominya juga sedang sulit. Ia masih memiliki utang usaha lebih dari 200.000 yuan (Rp526 juta).

Wang bahkan pernah tidur di warung internet atau warnet dan mengandalkan minum air keran wastafel ketika mengalami kesulitan.

Setelah kisahnya ramai dibicarakan, lapak Wang mulai dipenuhi pembeli dari berbagai daerah di China. Penjualan pancake telurnya langsung melonjak dua kali lipat.

Selipkan Uang di Pesanan Bocah yang Sedang Kemoterapi, Penjual Pancake Ini Jadi LarisSelipkan Uang di Pesanan Bocah yang Sedang Kemoterapi, Penjual Pancake Ini Jadi Laris Foto: CCTV

Beberapa pelanggan bahkan sengaja memesan pancake telur itu via aplikasi online untuk dibagikan kepada petugas kebersihan dan kurir pengantar makanan.

Pada 22 Agustus, Wang menemui Haolin di rumah sakit. Bocah itu kemudian memanggilnya "Paman Pancake Telur".

Wang kembali memberikan bantuan berupa seluruh pendapatan terbarunya dan hadiah dari media-medai yang meliput gerainya. Totalnya mencapai 8.100 yuan (Rp21,3 juta).

"Saya berharap setiap anak di dunia dapat tumbuh sehat dan bebas dari penyakit," doa Wang.

Kondisi Haolin kini disebut stabil, tetapi ia masih harus menjalani pengobatan selama 18 bulan. Pendiri merek pancake tempat Wang franchise juga menyumbangkan 2.000 yuan (Rp5,3 juta) dan berencana membuat program makanan gratis bagi para buruh.

(sob/adr)