Skrining kesehatan mata menemukan 250 siswa SD di Kudus mengalami gangguan
Skrining kesehatan mata menemukan 250 siswa SD di Kudus mengalami gangguan
Selasa, 1 September 2026 15:53 WIB
Seorang siswa tengah menjalani pengujian ketajaman mata dengan berjalan menggunakan kaca mata uji oleh tim kesehatan dari Rotary Club di Puskesmas Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (1/9/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.
Kudus (ANTARA) - Skrining kesehatan mata terhadap siswa sekolah dasar (SD) di wilayah kerja Puskesmsa Wergu Wetan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menemukan 250 siswa yang mengalami gangguan penglihatan dengan tingkat keparahan yang beragam.
"Temuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pelatihan skrining ketajaman penglihatan yang diberikan kepada 50 guru dari 25 SD di wilayah tersebut," kata Presiden Rotary Club Kudus Paulus Rawuh di sela skrining mata di Puskesmas Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Selasa.
Pada skrining awal yang dilakukan oleh 50 guru dari 25 SD, kata dia, terdapat 480 anak yang diduga mengalami gangguan penglihatan. Namun, setelah dilakukan skrining ulang oleh dokter spesialis mata yang prioritas mendapatkan bantuan kaca mata ada 250 siswa.
Ia mengatakan awalnya Rotary Club Kudus hanya menyediakan 100 kacamata untuk siswa yang membutuhkan. Namun, karena jumlah siswa yang membutuhkan koreksi penglihatan cukup banyak, alokasi tersebut ditambah sebanyak 150 kacamata, sehingga total menjadi 250 buah.
Menurut dia, program pelatihan skrining kesehatan mata tersebut merupakan bagian dari kegiatan Rotary yang dilaksanakan di sejumlah daerah, yakni Semarang, Kudus, dan Pati.
"Para guru dilatih agar bisa melakukan skrining ketajaman penglihatan mata anak-anak SD, supaya kalau ditemukan sejak dini, pencegahan kebutaan bisa dilakukan sejak awal dan mendapatkan penanganan yang tepat," ujarnya.
Hasilnya, kata dia, menunjukkan sebanyak 250 siswa mengalami gangguan penglihatan, sehingga membutuhkan koreksi dengan kacamata agar kondisinya tidak semakin parah dan tidak mengganggu aktivitas belajar.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Abdul Hakam mewakili Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton menyampaikan apresiasi kepada Rotary Club atas kerja sama dalam pelaksanaan skrining kesehatan mata tersebut.
Kerja sama dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Dinas Kesehatan itu akhirnya dapat mengidentifikasi siswa yang mengalami gangguan penglihatan sejak dini.
"Bahkan, kami juga terkejut, karena dari hasil pengecekan kesehatan mata ternyata ada anak SD sudah mengalami minus 3," ujarnya.
Ia mengaku prihatin, karena hanya dari satu wilayah kerja Puskesmas sudah ditemukan 250 siswa yang mengalami gangguan penglihatan.
Menurut Hakam, temuan tersebut perlu ditindaklanjuti dengan memfasilitasi siswa yang mengalami gangguan penglihatan agar mendapatkan penanganan sejak dini guna mencegah penglihatan berkembang menjadi lebih parah sekaligus mendukung aktivitas belajar siswa di sekolah.
Sementara itu, Kasi Kurikulum Dikdas Kudus Maulana Najib mewakili Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kudus mengungkapkan hasil skrining tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi untuk diterapkan di sekolah lainnya.
"Nanti kita jadwalkan untuk mendesiminasikan 50 guru yang sebelumnya mengikuti pelatihan skrining kesehatan mata siswa. Kita juga akan menggandeng Dinas Kesehatan untuk mensosialisasikan tentang upaya menjaga kesehatan mata para siswa sekolah dasar," ujarnya.
Baca juga: Pengelolaan kolam renang Pemkab Kudus berpeluang diserahkan swasta
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.