kingsheadwye.com

SPPG Bhayangkara Sulawesi Tengah komitmen awasi kebersihan makanan

SPPG Bhayangkara Sulawesi Tengah komitmen awasi kebersihan makanan

Senin, 17 Agustus 2026 17:46 WIB

Image Print

Pekerja mengangkut ompreng berisi makan bergizi gratis ke dalam mobil back tertutup untuk disalurkan ke sekolah di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (14/8/2026). ANTARA/Muhammad Izfaldi

Palu (ANTARA) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yayasan Kemala Bhayangkara Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) berkomitmen mengawasi kebersihan menu makanan sebelum dibagikan kepada siswa/siswi penerima makan bergizi gratis (MBG).

"Langkah itu bagian dari pengetatan pengawasan terhadap menu MBG sekaligus komitmen nol insiden," kata Kepala SPPG Yayasan Kemala Bhayangkara Polda Sulteng Aldiano di Palu, Senin.

Ia menjelaskan pengawasan kehigienisan makanan oleh pihaknya melibatkan Satuan Kerja bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulteng untuk melakukan pemeriksaan kandungan formalin, arsenik, nitrit dan sianida pada MBG secara rutin sebelum disalurkan kepada 1.779 siswa penerima manfaat pada 10 unit sekolah di Kota Palu.

Langkah itu sangat penting guna memastikan seluruh makanan yang didistribusikan dalam kondisi layak konsumsi, sesuai standar pelayanan dalam pemenuhan gizi bagi para siswa/siswi.

"Komitmen itu sekaligus upaya memastikan tidak terjadi insiden keracunan makanan yang dapat membahayakan kesehatan siswa penerima manfaat," ujarnya.

Kata dia aspek kebersihan merupakan prioritas dalam operasional dapur, mulai dari kebersihan bahan baku, penyediaan rantang hingga distribusi kepada siswa penerima manfaat.

"Keberhasilan program pemenuhan gizi tidak hanya diukur dari terpenuhinya nutrisi anak/siswa, melainkan juga dari aspek keamanan pangan dan kualitas pelayanan," ucapnya.

Sementara itu Biddokes Polda Sulteng Briptu Geda Yogi Mahendra mengemukakan selain memeriksa kandungan makanan dari bahan berbahaya seperti formalin, arsenik, nitrit dan sianida pihaknya turut memastikan makanan tersebut sudah harus sampai kepada siswa penerima manfaat tepat waktu, atau lima jam setelah proses produksi dan pengemasan.

"Kami juga mengecek bentuk fisik MBG, mencium aroma dan mencicipi menu makanan disajikan," ujarnya.

Ia menambahkan melalui penguatan pengawasan tersebut SPPG Yayasan Kemal Bhayangkara Polda Sulteng menargetkan pelayanan makanan bagi siswa aman konsumsi, sekaligus mempertahankan nol insiden keracunan pada program pemenuhan gizi.

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026