BMKG catat 1.598 gempa susulan di NTT terbesar M6,2 - ANTARA News Bangka Belitung
Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 1.598 gempa susulan hingga Senin pukul 07.00 WIB setelah gempa utama bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8).
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, mengatakan gempa susulan terbesar tercatat bermagnitudo 6,2 dan terkecil 1,3, sedangkan 54 gempa dirasakan masyarakat.
"Ya, sampai dengan jam 7 pagi hari ini telah tercatat 1.598 gempa susulan, magnitudo terbesar adalah 6,2, yang terkecil 1,3, dan kemudian yang dirasakan kira-kira 54 gempa," katanya.
Teuku Faisal mengatakan BMKG terus memantau aktivitas gempa susulan dan proses peluruhannya setelah gempa utama.
Menurut dia, aktivitas gempa susulan diperkirakan berangsur meluruh dalam dua hingga tiga pekan ke depan.
"Kita terus masih memantau terkait dengan peluruhannya, kemungkinan dalam 2-3 minggu ke depan dia akan meluruh," katanya.
Teuku Faisal mengatakan pemantauan proses peluruhan gempa susulan diperlukan sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan langkah pemulihan bangunan yang terdampak.
Setelah aktivitas gempa susulan semakin mereda, kata dia, perbaikan atau penguatan bangunan dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi serta tingkat kerusakan masing-masing bangunan.
"Sehingga kita mulai dapat melakukan 'retrofitting' atau perbaikan bangunan atau pembangunan kembali jika dibutuhkan," katanya.
BMKG juga telah mengerahkan tim ke wilayah terdampak gempa di NTT.
Menurut Teuku Faisal, terdapat tiga unit pelaksana teknis (UPT) BMKG di Pulau Flores serta dua pos pemantauan yang mendukung pemantauan aktivitas kegempaan di wilayah tersebut.
"Di NTT tim kita sekarang sudah bergerak ke lokasi. Bahkan ada tiga UPT atau kantor BMKG yang ada di Pulau Flores dan juga ada dua pos kami di sana," katanya.
Personel BMKG di lapangan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta tim pencarian dan pertolongan dalam mendukung penanganan pascagempa.
Teuku Faisal mengatakan BMKG memiliki personel yang tersebar di 191 lokasi di Indonesia sehingga dapat segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah ketika terjadi bencana gempa bumi.
Gempa utama bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8) dan sempat memicu peringatan dini tsunami.
BMKG kemudian mengakhiri peringatan dini tsunami setelah hasil pemantauan menunjukkan kondisi telah memenuhi kriteria untuk pencabutan peringatan.
Pewarta: Fathur Rochman/Maria Cicilia Galuh
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.