SRI DIY memperketat pengawasan wisatawan antisipasi gelombang laut tinggi
SRI DIY memperketat pengawasan wisatawan antisipasi gelombang laut tinggi
Kamis, 13 Agustus 2026 19:43 WIB
Situasi kawasan wisata Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (12/8/2026), pascagelombang tinggi yang mengakibatkan kerusakan di sejumlah kawasan pantai selatan DIY. ANTARA/Agung Dwi Prakoso
Yogyakarta (ANTARA) - Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meningkatkan pengawasan terhadap wisatawan dengan mengoptimalkan pembagian tugas personel di sejumlah titik rawan di kawasan pantai, terutama saat terjadi gelombang laut tinggi.
Koordinator SRI Wilayah III Parangtritis Sektiaji Bagus di Bantul, Kamis, mengatakan pengawasan terhadap pengunjung Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, ditingkatkan menyusul kondisi gelombang laut tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
"Kemungkinan ini terjadi beberapa hari ke depan, jadi untuk antisipasi kita optimalkan personel penjagaan," katanya.
Ia menyebutkan sebanyak 60 personel SRI Wilayah III Parangtritis disiapkan untuk menjaga sejumlah titik rawan di wilayah tugas yang meliputi Pantai Parangtritis, Parangkusumo, Cemoro Sewu, dan Pantai Depok.
"Kalau liburan itu 60 personel semua turun, kalau sepi hari biasa ada sekitar 23 personel yang siaga," ujarnya.
Menurut dia, jumlah pengunjung saat hari libur diperkirakan dapat mencapai 10.000 orang per hari sehingga jumlah personel penjaga perlu ditambah untuk mengoptimalkan pengawasan.
Namun, personel SRI masih menghadapi tantangan berupa pengunjung yang nekat bermain air, bahkan hingga menjauh dari bibir pantai, meskipun telah berulang kali diimbau.
"Mayoritas pengunjung tetap nekat bermain air, padahal kami selalu mengimbau," katanya.
Untuk mengoptimalkan penjagaan saat gelombang laut tinggi, personel disebar di area berbahaya, khususnya pada 12 titik arus balik atau rip current yang ditemukan di sepanjang Pantai Parangtritis hingga Pantai Depok.
"Sekitar empat hingga lima titik berada di Pantai Parangtritis," ujarnya.
Pada hari biasa, setiap titik dijaga sekitar dua hingga tiga personel dan dalam kondisi tertentu maupun akhir pekan, jumlah personel ditambah menjadi lima hingga enam orang di setiap titik.
Selain menambah personel, SRI meningkatkan intensitas imbauan melalui pengeras suara yang tersedia di Pantai Parangtritis.
"Imbauan untuk tidak bermain air terlalu ke tengah disampaikan melalui pengeras suara dengan intensitas hingga satu jam sekali atau situasional mengikuti keramaian pengunjung," katanya.
Pihaknya juga akan menambah pemasangan rambu peringatan bahaya di sejumlah lokasi atau titik rawan agar wisatawan lebih berhati-hati.
Sementara itu, Koordinator SRI Wilayah IV Bantul Sigit Prasetya mengimbau wisatawan menjaga jarak aman dari bibir pantai dan tidak bermain air atau mandi di laut karena saat ini masih terjadi gelombang tinggi.
"Kami memperbanyak pemasangan bendera larangan di sekitar titik bahaya serta rutin melakukan patroli di lokasi wisata setiap beberapa jam," katanya.
Ia menyebutkan terdapat 30 personel SRI di wilayah IV dengan area pengawasan sepanjang Pantai Samas hingga Pantai Pandansimo. Setiap titik atau pos dijaga oleh dua personel.
"Kalau kondisi khusus ada penambahan personel menjadi tiga hingga empat orang per titik, khususnya di lokasi yang berpotensi padat pengunjung," ujarnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: SRI DIY perketat pengawasan wisatawan antisipasi gelombang laut tinggi
Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026