kingsheadwye.com

Sri Sultan: Kemajuan layanan kesehatan tak hanya menambah bangunan

Sri Sultan: Kemajuan layanan kesehatan tak hanya menambah bangunan

Selasa, 1 September 2026 17:42 WIB

Image Print

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X disela peresmian gedung baru di RSJ Ghrasia Yogyakarta. Selasa (1/9/2026) (ANTARA/HO-Humas Pemda DIY)

Yogyakarta (ANTARA) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan kemajuan pelayanan kesehatan tidak pernah dapat diukur hanya dari bertambahnya bangunan dan peralatan.

"Infrastruktur memperoleh maknanya ketika menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi manusia," kata Sri Sultan dalam sambutan acara peresmian tiga gedung baru Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia Yogyakarta di Yogyakarta, Selasa.

Terlebih dalam kesehatan jiwa, kata dia, ketika seseorang yang datang untuk memperoleh pertolongan, sering kali sedang berada pada salah satu titik paling rentan dalam kehidupannya.

"Karena itu paradigma pelayanan perlu terus bergerak dari sekadar mengobati penyakit, menuju ikhtiar memulihkan manusia secara utuh. Keberhasilan tidak berhenti ketika gejala dapat dikendalikan," kata Sri Sultan.

Menurut Sri Sultan, pemulihan kesehatan menemukan maknanya ketika seseorang mampu kembali membangun relasi, menjalankan fungsi sosial, berkarya, dan menatap masa depan dengan martabat serta kepercayaan diri.

Kendati demikian pada saat yang sama, lanjutnya, pembangunan fasilitas modern harus berjalan beriringan dengan perubahan cara pandang masyarakat.

"Kita masih memiliki pekerjaan untuk mengurangi stigma terhadap gangguan kesehatan jiwa. Jangan sampai pintu rumah sakit telah semakin terbuka, tetapi pintu penerimaan sosial justru masih tertutup," katanya.

Tiga gedung itu adalah Gedung Psikiatri Terpadu Madukara, Gedung Rehabilitasi Medik Mandalawangi, dan Gedung Farmasi Arogya Ghati, ketiganya merupakan satu mata rantai pelayanan, yang menghubungkan penanganan, pemulihan, hingga kesinambungan terapi.

"Ketiganya dibangun untuk mendukung pelayanan yang semakin komprehensif, rehabilitatif, cepat, dan terintegrasi," kata Sri Sultan.

Oleh karena itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY berharap gedung baru ini juga melahirkan semangat dan standar pelayanan yang semakin baik, sebagaimana menjadi salah satu tujuan pengembangan fasilitas ini.

"Teknologi harus semakin maju, tata kelola harus semakin baik, tetapi sentuhan kemanusiaan tidak boleh berkurang. Sebab pasien bukan sekadar diagnosis ataupun nomor rekam medis. Setiap pasien adalah manusia, dengan keluarga, perjalanan hidup, kecemasan, sekaligus harapan untuk pulih," kata Sri Sultan.

Pewarta : Hery Sidik
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026