kingsheadwye.com

Strategi Pemerintah Daerah Yogyakarta Promosikan Kopi Lokal Lewat Armada Roda Dua

Bagikan:

YOGYAKARTA - Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah menyiapkan program bantuan berupa gerobak kopi roda dua keliling yang diberi nama "Kopi Darling" (Kopi Keliling). Fasilitas ini dihadirkan untuk mendukung promosi sekaligus memperluas pemasaran produk kopi lokal asli Yogyakarta.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menjelaskan bahwa pengadaan bantuan ini dikoordinasikan langsung melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY. Secara total, ada 20 unit sepeda motor keliling yang siap disalurkan ke wilayah-wilayah kabupaten penghasil kopi di DIY.

"Ini kami rencanakan ada 20 unit. Sementara 10 unit pertama akan kami bagikan ke tiga kabupaten. Kabupaten Bantul tidak masuk daftar penerima karena memang belum memiliki produk kopi asli," kata Ni Made Dwipanti Indrayanti di Yogyakarta, Sabtu (11/7/2026) seperti dilansir Antara.

BACA JUGA:


Jadwal Penyaluran dan Target Wilayah Distribusi

Penyaluran bantuan Kopi Darling ini akan dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu dua bulan ke depan dengan sasaran distribusi yang spesifik:

  • Tahap I (Juli 2026): Penyaluran sebanyak 10 unit gerobak motor keliling.
  • Tahap II (Agustus 2026): Penyaluran 10 unit sisa gerobak motor keliling.
  • Target Wilayah: Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Gunungkidul, dan Kabupaten Sleman.

Ni Made menjelaskan bahwa unit Kopi Darling ini dirancang khusus menggunakan sepeda motor yang dimodifikasi. Kendaraan tersebut dilengkapi dengan berbagai peralatan pendukung penyeduhan kopi standar kafe, sehingga dapat dioperasikan layaknya kedai kopi berjalan.

"Jadi di motor itu sudah ada grinder kopinya. Pokoknya sudah lengkap seperti peralatan yang biasa digunakan oleh barista profesional," imbuhnya.

Larangan Menjual Kopi Saset: Fokus pada Kualitas Kopi Lokal

Melalui stimulus bantuan ini, Pemda DIY berharap pemasaran produk kopi lokal semakin kuat. Langkah ini juga ditargetkan mampu meningkatkan nilai jual, memperkuat branding, serta mendongkrak perekonomian daerah di wilayah penghasil kopi Jogja.

"Harapan kami, produk kopi lokal semakin dikenal luas oleh masyarakat. Nanti kopinya bisa diracik langsung oleh pelaku usaha dengan peralatan yang ada di sepeda motor tersebut," ujar Made.

Namun, Sekda DIY memberikan catatan tebal dan peringatan keras kepada para calon penerima bantuan. Ia menegaskan bahwa armada Kopi Darling harus benar-benar digunakan untuk mempromosikan kopi asli daerah, bukan komoditas pabrikan.

"Kalau membuat kopi, gunakan produk kopi lokal asli daerah masing-masing, bukan kopi instan atau kopi saset. Kualitas biji kopi lokal kita tidak kalah enak dengan daerah lain," tegas Made.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+