kingsheadwye.com

Tantang Dominasi AS, China Bikin Terobosan Baru Teknologi Roket

Liputan6.com, Beijing - China mencetak tonggak baru dalam program antariksanya setelah berhasil mendaratkan roket yang dapat digunakan kembali (reusable rocket) untuk pertama kalinya pada Jumat. Keberhasilan ini menjadi langkah penting dalam upaya Negeri Tirai Bambu menekan biaya peluncuran sekaligus memperkuat ambisinya di sektor antariksa.

Pencapaian tersebut juga membuka peluang bagi China untuk menantang dominasi Amerika Serikat dalam teknologi roket yang dapat digunakan kembali, yang selama ini dipimpin oleh SpaceX milik Elon Musk dan Blue Origin milik Jeff Bezos.

Dikutip dari Channel News Asia, Sabtu (11/7/2026), Badan Antariksa Nasional China (China National Space Administration/CNSA) menyampaikan, roket Long March-10B diluncurkan pada pukul 12.15 waktu setempat dari fasilitas peluncuran di Provinsi Hainan, China selatan.

Roket tersebut berhasil menempatkan sebuah satelit ke orbit sesuai rencana. Setelah misi utama selesai, tahap pertama roket yang berfungsi memberikan daya dorong awal saat peluncuran berhasil dipulihkan menggunakan sistem penangkapan berbasis jaring (net-capture system) di atas platform yang berada di laut.

Televisi pemerintah China, CCTV, menayangkan rekaman udara yang memperlihatkan tahap pertama roket turun secara terkendali sebelum mendarat dengan mulus di atas platform tersebut.

CNSA menyebut keberhasilan itu sebagai pencapaian bersejarah bagi industri antariksa China.

"Misi ini menandai keberhasilan pertama China dalam memulihkan tahap pertama roket pembawa secara terkendali, sekaligus menjadi pemulihan roket berbasis jaring di laut yang pertama di dunia," tulis CNSA dalam keterangannya.

Lembaga tersebut juga menyebut keberhasilan itu sebagai "terobosan besar dalam teknologi roket yang dapat digunakan kembali."

Berbeda dengan roket Falcon 9 milik SpaceX yang menggunakan kaki pendarat, Long March-10B mengandalkan sistem penangkapan menggunakan jaring sehingga tidak memerlukan perangkat pendaratan tambahan.

Pakar teknis dari China Academy of Launch Vehicle Technology, Chen Muye, mengatakan metode tersebut memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan sistem pemulihan yang saat ini banyak digunakan.

"Metode pemulihan berbasis jaring memiliki keunggulan tersendiri. Dibandingkan solusi yang saat ini umum digunakan, sistem ini lebih fleksibel dalam memenuhi kebutuhan pendaratan roket," ujar Chen, seperti dikutip harian Global Times.