Kemenag NTT dan Pemkab Sumba Timur kolaborasi tangani anak putus sekolah
Kemenag NTT dan Pemkab Sumba Timur kolaborasi tangani anak putus sekolah
Sabtu, 11 Juli 2026 18:27 WIB
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur Fransiskus Kariyanto (kedua kanan) beraudiensi dengan Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali (tengah) di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur. (ANTARA/HO-Kemenag NTT)
Kupang, NTT (ANTARA) - Kementerian Agama (Kemenag) Nusa Tenggara Timur (Kemenag NTT) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Timur memperkuat kolaborasi untuk menangani anak putus sekolah melalui penguatan literasi, pendidikan karakter, dan pendampingan berkelanjutan.
"Kualitas pendidikan tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat, agar anak-anak yang mengalami hambatan pendidikan tetap memperoleh kesempatan untuk berkembang," kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag NTT Fransiskus Kariyanto dalam keterangannya di Kupang, Sabtu.
Ia mengatakan pendidikan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, sehingga anak-anak yang putus sekolah perlu mendapat pendampingan agar memiliki bekal untuk melanjutkan pendidikan maupun mengembangkan potensi yang dimiliki.
Menurut dia, pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang berkarakter, toleran, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian sosial.
Karena itu, lanjutnya, keberadaan madrasah negeri maupun Sekolah Menengah Agama Kristen (SMAK) Negeri di Sumba Timur perlu terus diperkuat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Fransiskus mengatakan sinergi antara Kanwil Kemenag NTT, Kantor Kemenag Kabupaten Sumba Timur, dan Pemkab Sumba Timur, perlu terus ditingkatkan, baik dalam peningkatan mutu layanan pendidikan, pengembangan kompetensi tenaga pendidik, maupun penyediaan sarana pembelajaran.
Selain itu pihaknya mendorong Kantor Kemenag Kabupaten Sumba Timur bersama pemerintah daerah melakukan pendataan terhadap anak-anak yang putus sekolah agar dapat memperoleh pendampingan secara berkelanjutan melalui para penyuluh agama.
Pendampingan tersebut diarahkan pada penguatan karakter, peningkatan kemampuan literasi dan numerasi, serta pemberian motivasi agar mereka memiliki kesempatan kembali mengenyam pendidikan atau mengembangkan potensi yang dimiliki.
"Melalui Kemenag Kabupaten Sumba Timur dan para penyuluh agama, kita dapat hadir lebih dekat di tengah masyarakat untuk memberikan pendampingan kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian. Mereka perlu mendapatkan penguatan karakter dan kemampuan dasar agar tidak kehilangan kesempatan untuk berkembang," katanya.
Komitmen tersebut mengemuka setelah Fransiskus melakukan audiensi dengan Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali di Waingapu guna membahas upaya peningkatan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
Dalam pertemuan itu Bupati Umbu Lili menyampaikan angka putus sekolah, terutama pada jenjang SMP, masih menjadi tantangan di Kabupaten Sumba Timur.
Menurut dia, persoalan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari rendahnya kemampuan literasi dasar hingga kondisi kesehatan anak yang turut memengaruhi keberhasilan proses belajar.
Melalui kolaborasi tersebut Kemenag dan Pemkab Sumba Timur berkomitmen memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas SDM, serta menghadirkan layanan pendidikan yang lebih inklusif dan merata hingga menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.