kingsheadwye.com

Teater Koma Kembali Pentaskan

Teater Koma Kembali Pentaskan "Rumah Sakit Jiwa" Setelah 35 Tahun Berlalu

Rini Apriliani | Beautynesia

Sabtu, 11 Jul 2026 20:00 WIB

Teater Koma Kembali Pentaskan

Teater Koma kembali pentaskan

Di tengah banyaknya pilihan hiburan terkini, pementasan teater tetap eksis berdiri dengan berbagai cerita menariknya. Ada yang datang dengan cerita baru, ada yang juga kembali membawa cerita lama yang masih relevan untuk kembali diangkat di masa kini.

Salah satu cerita yang tetap relevan meski telah puluhan tahun berlalu adalah Rumah Sakit Jiwa. Karya dari Teater Koma ini pertama kali dipentaskan 35 tahun lalu, tepatnya pada tahun 1991.

Kini, di pertengahan tahun 2026, akan kembali dipentaskan lewat kolaborasi dengan Bakti Budaya Djarum Foundation.

"Bakti Budaya Djarum Foundation terus mendukung karya-karya seperti Rumah Sakit Jiwa yang tidak hanya menawarkan kualitas artistik, tetapi juga mengajak penonton merefleksikan berbagai persoalan yang masih dekat dengan kehidupan kita. Harapannya, semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, mengenal teater sebagai pengalaman budaya yang bermakna dan layak dinikmati," ujar Billy Gamaliel, Program Manager Bakti Budaya Djarum Foundation.

Rumah Sakit Jiwa yang Tetap Relevan Setelah 35 Tahun

Cuplikan adegan Rumah Sakit Jiwa

Foto: dok. Bakti Budaya Djarum Foundation

Rumah Sakit Jiwa berkisah tentang Rogusta, seorang dokter baru di sebuah rumah sakit jiwa yang dipimpin Profesor Sidarita. Berbekal keyakinan bahwa pendekatan yang penuh persahabatan mampu membantu proses penyembuhan pasien, Rogusta mulai menerapkan metode yang perlahan mengubah kehidupan di rumah sakit tersebut. Namun, perubahan itu justru memicu konflik dengan sistem yang telah lama berjalan dan mereka yang merasa posisinya terancam.

Melalui kisah tersebut, Teater Koma menghadirkan refleksi mengenai upaya seseorang untuk mengubah sistem yang telah mengakar, sekaligus mengajak penonton mempertanyakan, apakah benar bahwa dunia sedang berubah menjadi sebuah ‘rumah sakit jiwa’.

Cerita ini akan membawa penonton untuk merefleksikan berbagai persoalan kemanusiaan, relasi kuasa, dan dinamika sosial yang tetap relevan hingga kini. 

"Sejak pertama kali dipentaskan pada tahun 1991, Rumah Sakit Jiwa bukan semata-mata bercerita tentang sebuah institusi, tetapi tentang manusia dan berbagai persoalan yang mengitarinya. Itulah sebabnya kami merasa lakon ini masih relevan hari ini,” ujar Rangga Riantiarno, Sutradara Rumah Sakit Jiwa.

Pemain

Cuplikan adegan Rumah Sakit Jiwa

Foto: dok. Bakti Budaya Djarum Foundation

Hal menarik dari lakon ini, pemain tidak hanya membaca naskah dan berlatih di ruang latihan. Rangga menyampaikan bahwa para pemain juga melakukan observasi ke rumah sakit jiwa serta berdiskusi dengan psikolog klinis dan psikiater.

“Proses tersebut menjadi bagian penting agar para pemain memahami setiap karakter, sehingga apa yang disaksikan penonton lahir dari empati dan pemahaman yang utuh,” kata Rangga.

Lalu, identitas visual setiap tokoh juga menjadi perhatian dalam pementasan ini. Perancang busana Samuel Wattimena dan Rima Ananda merancang kostum yang tidak hanya merepresentasikan profesi para tokoh, tetapi juga membantu mempertegas karakter, dinamika psikologis, dan perjalanan masing-masing tokoh di atas panggung.

"Kami tidak ingin kostum hanya menjadi pelengkap visual. Setiap rancangan dibuat untuk membantu penonton mengenali karakter, latar belakang, hingga perubahan yang dialami masing-masing tokoh sepanjang cerita. Karena itu, prosesnya melibatkan diskusi yang cukup panjang dengan sutradara agar setiap detail kostum benar-benar mendukung penceritaan," ujar Samuel Wattimena, perancang busana Rumah Sakit Jiwa.

Rumah Sakit Jiwa ditulis oleh N. Riantiarno dan disutradarai oleh Rangga Riantiarno. Pementasan ini turut didukung oleh tim kreatif lintas disiplin yang menghadirkan tata artistik, musik, tata cahaya, tata suara, kostum, multimedia, serta puluhan pemain lintas generasi yang bersama-sama menghidupkan kembali salah satu karya penting dalam perjalanan Teater Koma.

Pementasan kali ini juga didukung tata musik garapan Fero A. Stefanus yang dirancang mengikuti dinamika emosi setiap adegan. Melalui komposisi yang dibangun khusus untuk Rumah Sakit Jiwa, musik menjadi elemen yang memperkuat atmosfer sekaligus mengiringi perjalanan emosional para tokohnya.

Cuplikan adegan Rumah Sakit JiwaKonferensi Pers Rumah Sakit Jiwa/ Foto: dok. Bakti Budaya Djarum Foundation

Dari total sekitar 26 pemain, ada beberapa pemain lama yang kembali bermain untuk Rumah Sakit Jiwa tahun 2026. Ada yang hadir dengan karakter baru, ada juga yang tetap memerankan karakter lama. 

Salah satunya adalah Ratna Riantiarno yang kembali berperan menjadi Ibu dr. Rogusta. Kembalinya dengan lakon ini, membuatnya merasa seperti bertemu kembali sahabat lama. 

"Kembali menjadi Ibu dr. Rogusta setelah 35 tahun rasanya seperti bertemu kembali dengan seorang sahabat lama. Naskahnya tetap sama, namun pengalaman hidup selama puluhan tahun membuat saya melihat Rogusta dengan sudut pandang yang berbeda dan menemukan banyak lapisan baru dalam karakternya," ujar Ratna Riantiarno, pendiri Teater Koma, produser, sekaligus pemeran Ibu dr. Rogusta dalam Rumah Sakit Jiwa.

Lebih dari itu, sebagai produser, ia pun melihat bagaimana seluruh tim bekerja dengan dedikasi yang luar biasa untuk lakon Rumah Sakit Jiwa. 

"Di saat yang sama, sebagai produser saya juga melihat bagaimana seluruh tim bekerja dengan dedikasi yang luar biasa untuk menghadirkan kembali lakon ini. Semua proses itu membuat Rumah Sakit Jiwa menjadi pertunjukan yang istimewa bagi saya, baik secara pribadi maupun sebagai bagian dari perjalanan Teater Koma," sambungnya. 

Beauties, pementasan Rumah Sakit Jiwa akan berlangsung pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, setiap pukul 19.30 WIB. Khusus Sabtu (1 Agustus), pertunjukan akan digelar dua kali pada pukul 13.30 WIB dan 19.30 WIB, sedangkan Minggu (2 Agustus) pukul 13.30 WIB. 

Tiket pertunjukan dapat diperoleh melalui  situs resmi Teater Koma dan platform penjualan tiket yang telah ditentukan. 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

Pilihan Redaksi

  • 5 Lokasi Pernikahan Mewah Selebritas Dunia, Sewanya Tembus Miliaran Rupiah!
  • Kehamilan di Usia 40 Tahun ke Atas Semakin Marak, Apa Sih Risikonya?
  • 3 Pola Makan Erling Haaland yang Bikin Lincah di Lapangan

(ria/ria)

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.