Tegang, Pesawat Mendadak Menukik 8 Ribu Meter dan Berputar-putar 4 Jam
Jakarta, CNN Indonesia --
Pesawat British Airways rute London menuju Chicago terpaksa berbalik arah dan mendarat darurat di Bandara Heathrow, Inggris, usai mengalami kendala teknis pada Senin (5/10).
Armada Boeing 777 bernomor penerbangan BA295 tersebut sempat menukik drastis setinggi 27.000 kaki (sekitar 8.200 meter) sebelum berputar-putar di udara selama empat jam.
Pesawat yang lepas landas dari Bandara Heathrow pada pukul 12.14 waktu setempat mulanya terbang normal di ketinggian jelajah 36.000-37.000 kaki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, saat melintas di atas wilayah Irlandia, pesawat mendadak mengalami penurunan ketinggian secara drastis hingga mencapai posisi 9.000 kaki dalam hitungan menit.
Insiden penurunan mendadak tersebut diwarnai guncangan turbulensi hingga membuat masker oksigen darurat keluar dari kompartemen atas kabin. Pilot lantas memancarkan sinyal darurat dan memutuskan berbalik arah menuju Inggris.
Pilihan Redaksi
- Penerbangan Nonstop Pertama di Dunia Bakal Rilis Tahun Depan
- Duduk Sebelah Orang Asing di Pesawat, Pilih Ajak Ngobrol atau Tidak?
- Pesawat Mendarat Darurat Usai Tercium Bau Misterius di Kabin
Melansir Fox News, juru bicara British Airways mengonfirmasi bahwa keputusan pendaratan kembali ke Heathrow dilakukan demi keselamatan penumpang akibat gangguan teknis penerbangan.
"Keselamatan pelanggan dan kru kami selalu menjadi prioritas utama. Pesawat mendarat dengan selamat setelah pilot kami yang terlatih kembali ke Heathrow menyusul masalah teknis," ujar juru bicara maskapai.
Pihak maskapai menambahkan bahwa seluruh penumpang telah diturunkan secara normal dan langsung dijadwalkan ulang untuk penerbangan penerus.
Usai berbalik arah, pesawat tidak langsung melakukan pendaratan. Data pelacakan penerbangan menunjukkan Boeing 777 tersebut sempat berputar-putar di sekitar Selat Bristol selama hampir empat jam sebelum akhirnya mendarat selamat di Heathrow pada pukul 17.00 waktu setempat.
Pensiunan pilot pesawat tempur F/A-18 Angkatan Laut AS, Matthew "Whiz" Buckley, menjelaskan bahwa prosedur berputar-putar dalam waktu lama dilakukan untuk membakar cadangan bahan bakar.
"Pesawat tidak bisa mendarat dalam kondisi terlalu berat. Bobot yang berlebihan dapat memberikan tekanan ekstra pada roda pendaratan dan sistem pengereman," terang Buckley.
Buckley menambahkan bahwa tindakan kru penerbangan memangkas ketinggian hingga di bawah 10.000 kaki merupakan prosedur standar penanganan darurat untuk mengatasi potensi hilangnya tekanan udara di kabin. Ia menilai seluruh instruksi keselamatan telah dijalankan oleh crew pesawat dengan sangat baik.
(wiw)