kingsheadwye.com

Teknologi drone dikembangkan untuk tingkatkan keandalan jaringan listrik nasional - ANTARA News Megapolitan

Jakarta (ANTARA) - Pemanfaatan teknologi drone mulai dikembangkan untuk mendukung transformasi pemeliharaan jaringan transmisi tenaga listrik di Indonesia.

Inovasi ini berpotensi mengurangi risiko kerja di ketinggian, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor energi.

Teknologi drone cleaning insulator yang dikembangkan PT Duta Topkey Energi tersebut didemonstrasikan di lingkungan Unit External ULTG Yogyakarta, Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah.

CEO sekaligus Direktur Utama PT Duta Topkey Energi Novita Emilda dalam keterangannya, Jumat mengatakan inovasi tersebut dikembangkan untuk menjawab persoalan kontaminasi isolator akibat paparan garam laut, debu, abu vulkanik, serta partikel lain yang dapat mengganggu kinerja isolasi listrik.

Meski menawarkan alternatif metode pemeliharaan, penerapannya secara lebih luas masih menunggu evaluasi teknis dan operasional.

Direktur Transmisi dan Perencanaan PLN Daniel Tampubolon menyambut positif gagasan pemanfaatan drone untuk membersihkan isolator jaringan transmisi.

Namun, implementasi teknologi tersebut tetap harus memperhatikan keselamatan kerja, keandalan peralatan, kepatuhan terhadap standar, dan kebutuhan operasional jaringan listrik.

Sebagai negara kepulauan dengan wilayah pesisir yang luas, Indonesia menghadapi tantangan menjaga kebersihan isolator pada jaringan transmisi.

Penumpukan kontaminan yang tidak ditangani sesuai kebutuhan pemeliharaan berpotensi meningkatkan risiko flashover atau loncatan listrik pada permukaan isolator. Kondisi tersebut dapat mengganggu keandalan penyaluran tenaga listrik.

“Melalui inovasi teknologi drone, kami ingin menghadirkan alternatif metode pemeliharaan yang dapat mengurangi paparan personel terhadap risiko pekerjaan di ketinggian, sekaligus mendukung pekerjaan yang lebih efektif dan efisien,” ujar Novita.

Direktur PT Duta Topkey Energi Alex Xu menjelaskan drone tersebut dilengkapi tabung berisi cairan khusus untuk membersihkan isolator. Perangkat dapat beroperasi sekitar 30 menit sebelum diturunkan untuk penggantian tabung dan melanjutkan pekerjaan.

Namun, durasi aktual pembersihan bergantung pada kapasitas peralatan, kondisi lapangan, kebutuhan pekerjaan, serta prosedur keselamatan yang berlaku.

Pengoperasian teknologi ini juga memerlukan operator terlatih agar penggunaannya sesuai dengan karakteristik jaringan dan kondisi di lapangan.

Dari perspektif industri, penggunaan drone berpotensi jadi alternatif dalam pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan. Teknologi ini dapat membuka peluang evaluasi metode kerja, kebutuhan personel, serta efisiensi waktu dan sumber daya.

Meski demikian, besaran manfaat ekonomi dan efektivitasnya masih perlu dibuktikan melalui pengujian lebih lanjut.

Perusahaan belum menetapkan target penerapan secara nasional maupun kebutuhan investasi karena masih mengevaluasi spesifikasi peralatan dan kondisi operasional.

Dengan demikian, penerapan teknologi tersebut belum dapat dipastikan akan digunakan secara luas dalam waktu dekat.

Selain pengembangan perangkat, perusahaan juga berencana memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan dan sertifikasi. Pada tahap awal, pelatihan masih melibatkan tenaga ahli dari China.

Novita berharap tenaga kerja lokal dapat menguasai teknologi tersebut sehingga mampu menjadi operator sekaligus instruktur bagi tenaga kerja baru. Penguasaan keterampilan ini menjadi bagian penting dalam mendukung adopsi teknologi di industri energi.

Pengembangan drone pembersih isolator memperlihatkan peluang pemanfaatan teknologi digital dalam pemeliharaan jaringan listrik nasional.


Realisasi manfaatnya akan bergantung pada hasil evaluasi teknis, pemenuhan standar keselamatan, kesiapan operator, serta kesesuaian penerapan dengan kebutuhan operasional PLN.

Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.