TEP UI integrasikan kader kesehatan dengan program Pemkab Wondama - ANTARA News Papua Tengah
Manokwari (ANTARA) - Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (TEP UI) mengintegrasikan kader komunitas penggerak dengan program Ketuk Pintu Sayang Mama milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Wondama guna memperluas akses layanan kesehatan di Distrik Nikiwar.
Ketua TEP 19 UI Trevino Aristarkus Pakasi dalam keterangan tertulis di Manokwari, Papua Barat, Kamis, mengatakan integrasi tersebut bertujuan menjangkau warga Distrik Nikiwar melalui pelayanan kesehatan berbasis komunitas.
“Sekaligus ini merupakan kelanjutan dari pembentukan dan pelatihan kader komunitas penggerak (KKP) di empat kampung, yaitu Werianggi, Werabur, Tamoge, dan Kurei,” ujarnya.
Menurut dia, program Ketuk Pintu Sayang Mama yang diluncurkan pemerintah daerah akan memudahkan pemantauan terhadap kehadiran warga pesisir dalam kegiatan posyandu, sekaligus menggunakan pendekatan kunjungan dari rumah ke rumah.
Kader komunitas binaan TEP 19 akan menjadi penghubung antara warga dengan fasilitas kesehatan di wilayah Distrik Nikiwar, terutama untuk menjangkau warga yang tidak mengikuti pelayanan posyandu.
“Kader membantu menjangkau masyarakat di lingkungan masing-masing dan menghubungkan warga dengan tenaga kesehatan ketika membutuhkan pelayanan,” ujarnya.
Koordinator lapangan TEP 19 UI Keliopas Maniagasi menyebut, penguatan jejaringan diselaraskan dengan prioritas pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi ibu dan anak yang melibatkan tenaga medis.
Kader komunitas nantinya akan berkoordinasi dengan kader posyandu dan puskesmas agar pendampingan di masing-masing lingkungan dapat disertai pemeriksaan maupun penanganan langsung oleh tenaga kesehatan.
“Dalam kegiatan posyandu sebelum pelaksanaan kunjungan rumah di Kampung Werianggi menghasilkan dua temuan mengarah pada kusta,” ujarnya.
Koordinator penelitian TEP-19 UI Dwi Alfian Junior Hasibuan menjelaskan, temuan pada seorang dewasa dan satu anak telah dibahas bersama dokter Rumah Sakit Pratama Nikiwar untuk ditindaklanjuti melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Kondisi itu mencerminkan pendekatan aktif perlu dilakukan guna mendeteksi penyakit yang belum tentu disadari oleh warga, dan dukungan kader mendorong warga untuk melakukan pemeriksaan, termasuk terkait penyakit menular seperti kusta.
“Integrasi program memerlukan pendampingan kader, koordinasi antarpelaksana, dan tindak lanjut pemeriksaan agar masyarakat memperoleh pelayanan yang tepat,” ujarnya.
Menurut dia, pelaksanaan penguatan layanan berbasis komunitas di kawasan transmigrasi Teluk Wondama turut didukung anggota TEP-19 UI antara lain, Khansa Citra Ronna, Elfis Metkono, dan Robihah.
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.