kingsheadwye.com

Terbang 90 Menit, Paket Wisata ke Luar Angkasa China Seharga Rp13,3 M

CNN Indonesia

Kamis, 08 Okt 2026 07:30 WIB

Paket wisata ke luar angkasa China menawarkan pengalaman melihat lengkungan bumi dari luar angkasa selama 90 menit dengan harga Rp13,3 miliar.
Ilustrasi. Paket wisata ke luar angkasa China menawarkan pengalaman melihat lengkungan bumi dari luar angkasa selama 90 menit dengan harga Rp13,3 miliar. (iStockphoto)

Jakarta, CNN Indonesia --

Perjalanan ke luar negeri mungkin sudah terasa membosankan. Alasan ini tampaknya yang membuat agen travel asalĀ China menawarkan pengalaman baru, yakni paket wisata ke luar angkasa.

Sebuah platform travel asal China, Trip.com, mencantumkan paket wisata antariksa suborbital seharga 5,1 juta yuan atau sekitar Rp13,3 miliar. Paket enam hari itu ditawarkan bersama Virgin Galactic dan menyasar pelancong berdaya beli tinggi di China.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Paket wisata ke luar angkasa China tersebut dipasarkan melalui HHtravel, anak usaha Trip.com yang menyediakan perjalanan mewah dan khusus.

Supaya bisa ikut perjalanan ke luar angkasa ini, peserta harus mengikuti pelatihan selama tiga hari di Spaceport America, dekat Las Cruces, New Mexico, Amerika Serikat.

Pada hari kelima, para peserta dijadwalkan menaiki wahana antariksa Virgin Galactic yang diluncurkan dari pesawat induk.

Pilihan Redaksi

  • China Bangun Stasiun Terbesar di Dunia, Sampai Disorot Elon Musk
  • China Perketat Pemeriksaan Keluar-Masuk Pelancong, Cek Aturannya
  • Tak Perlu ke Kantor Polisi Lagi, China Rilis Aplikasi Lapor Diri Turis

Penerbangan suborbital selama sekitar 90 menit itu akan membawa penumpang merasakan beberapa menit tanpa bobot dan menyaksikan lengkungan Bumi.

Keseluruhan harga paket sudah mencakup pelatihan sebelum penerbangan, transportasi darat, akomodasi mewah di AS, pakaian antariksa yang dibuat khusus, serta rekaman penerbangan sebagai kenang-kenangan.

Namun, tiket pesawat pulang-pergi ke AS, asuransi khusus penerbangan antariksa pribadi, dan visa tidak termasuk dalam harga paket wisata ke luar angkasa China tersebut.

Paket wisata ini mulai dicantumkan di Trip.com sejak pertengahan September dan langsung jadi perbincangan di media sosial China.

Warganet mengkritik belanja konsumen kelas atas serta keselamatan penerbangan antariksa. Meski demikian, analis industri menilai pasar yang dapat dijangkau layanan tersebut masih sangat terbatas.

"Produk ini menyasar segmen global yang sangat khusus," ujar Wei Changren, pendiri platform berita keuangan pariwisata btiii.com, dilansir The Straits Times.

Wei mencatat, para pembeli harus memiliki kondisi fisik prima, toleransi risiko tinggi, serta kekayaan likuid dalam jumlah besar.

Adapun Li Xing, penggemar olahraga ekstrem yang tinggal di Beijing, menilai paket itu menawarkan petualangan langka bagi masyarakat yang bukan astronaut terlatih. Namun, menurutnya, tarifnya tak terjangkau bagi kebanyakan orang.

"Kalau saya cukup kaya, saya akan mendaftar untuk perjalanan itu, tetapi harganya terlalu mahal bagi saya," ucapnya.

Wei mengatakan wisata antariksa mungkin kelak menjadi lebih terjangkau. Ia menilai China sudah mengembangkan teknologi peluncuran roket dan eksplorasi antariksa selama beberapa dekade terakhir.

Di sisi lain, perusahaan rintisan teknologi InterstellOr yang berbasis di Beijing, pada 2026 ini mengumumkan rencana meluncurkan perjalanan suborbital untuk 2028 nanti. Perusahaan tersebut berfokus pada penelitian wahana antariksa komersial berawak.

Chen Xu, manajer senior InterstellOr, mengatakan persyaratan penumpang tur suborbital tidak seketat astronaut profesional.

"Para penumpang tidak boleh memiliki risiko penyakit kardiovaskular atau gangguan pergerakan, serta harus memiliki fungsi vestibular dan sirkulasi yang normal," ujar Chen kepada Xinhua.

Chen menambahkan, pelatihan prapenerbangan ditujukan untuk mempersiapkan calon turis antariksa yang memenuhi syarat, bukan menjadi kompetisi eliminasi.

(rti)