Terbongkar! Bos Startup Ini Akali Harga Saham Demi Cuan Besar
Jakarta, CNBC Indonesia - Pendiri perusahaan investasi saham pra-IPO, Linqto, William Sarris, resmi dijerat dakwaan penipuan oleh jaksa federal Amerika Serikat. Ia dituding menipu puluhan ribu investor yang menanamkan modal lewat platformnya.
Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, Selasa (2/9/2026), jaksa menuding Sarris sengaja menciptakan kesan kelangkaan palsu atas saham perusahaan swasta untuk mengerek harga jualnya. Praktik ini disebut dilakukan demi mendongkrak pendapatan perusahaan, bahkan setelah tim pengacaranya sendiri memperingatkan bahwa markup harga tersebut berpotensi melanggar hukum.
Sarris kini menghadapi empat dakwaan berat, yakni penipuan sekuritas, penipuan broker-dealer, penipuanĀ transaksi keuangan (wire fraud), hingga konspirasi. Pengacara Sarris membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyatakan kliennya akan melawan proses hukum ini.
Kasus ini semakin pelik setelah mantan eksekutif Linqto lainnya, Joseph Endoso, mengaku bersalah atas keterlibatannya dalam skema tersebut. Endoso disebut kini bekerja sama dengan pihak berwenang dalam penyelidikan lebih lanjut.
Isu dugaan taktik agresif penjualan saham pra-IPO oleh Sarris sebenarnya sudah diberitakan sejak musim panas tahun lalu, bersamaan dengan mencuatnya penyelidikan Securities and Exchange Commission (SEC) dan Departemen Kehakiman AS terhadap Linqto.
Sejak Januari 2025, manajemen Linqto telah berganti dan mulai bekerja sama dengan penyelidikan SEC. Departemen Kehakiman AS turut membuka penyelidikan pidana terpisah pada awal 2025. Tak lama setelahnya, Linqto mengajukan perlindungan kepailitan untuk mengamankan aset nasabah, di tengah ketidakjelasan status kepemilikan saham para investornya.
Kasus ini turut memperkuat kekhawatiran seputar risiko investasi di pasar saham perusahaan swasta (private market). SEC dilaporkan tengah meminta bukti kepada sejumlah manajer investasi teregistrasi terkait klaim kepemilikan saham pra-IPO dalam produk investasi mereka.
Salah satu dana investasi bahkan sempat mempromosikan eksposur ke saham SpaceX, namun belakangan mengungkapkan kepada investornya bahwa saham tersebut telah dijual sebelum SpaceX resmi melantai di bursa, sehingga membatasi potensi keuntungan investor.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]