kingsheadwye.com

Terpopuler: Pendaki Bawa Sapi ke Gunung Rinjani untuk Disembelih, Berujung Dikecam

Jakarta -

Rombongan pendaki di Gunung Rinjani tengah menjadi sorotan. Mereka dikecam setelah membawa seekor sapi melalui jalur Torean, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk disembelih.

Aksi itu viral di media sosial (medsos). Dalam video yang diunggah ulang akun instagram @pendakilawas, terlihat seekor sapi tampak kesusahan ketika menaiki sebuah tangga di jalur pendakian. Tampak juga seseorang berusaha menarik tali yang mengikat sapi tersebut dari atas.

Unggahan tersebut disertai takarir, "Menyiapkan kebutuhan untuk 10 tamu dan 14 porter bukanlah hal yang mudah. Dalam pendakian kali ini, tim berusaha membawa seekor sapi melalui jalur Torean sebagai persediaan konsumsi. Namun, karena medan yang berbatu, terjal, dan cukup berat, perjalanan sapi tersebut harus dihentikan di kawasan Cikararat/Goa Susu," demikian takarir tersebut seperti dikutip dari detikBali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Akhirnya, sapi disembelih di lokasi dan diolah menjadi hidangan untuk seluruh rombongan. Goa Susu sendiri dikenal sebagai salah satu titik unik di dekat Danau Segara Anak, dengan uap panas alami yang keluar dari celah-celah batu," keterangan ditambahkan.

Unggahan tersebut sontak mendapatkan kecaman netizen. Aksi tersebut dinilai tidak berprikemanusiaan, karena sapi tersebut dipaksa jalan selama pendakian.

"Izin, jgn terlalu caper mas. Yang mampu beli sapi bukan anda doang. Yang normal-normal aja, perlakukanlah hewan konsumsi lebih manusiawi. Abis ini peradabannya tolong di upgrade," kecam aktor dan komika Dodit Mulyanto melalui akun pribadinya @dodit_mul yang berkomentar pada unggahan tersebut.

"Kalau menurut saya pribadi tidak etis dan tidak beradab kalo kita bawa makhluk hidup/hewan dengan susah payah ikutan nanjak dan pada akhirnya akan disembelih. Lebih baik disembelih di bawah tidak dibawa mendaki," tulis akun lainya @hasrulzain.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Astekita Ardiaristo, menjelaskan video tersebut terjadi pada tahun lalu. Ia menyebut lokasinya dari jalur pendakian Torean.

"Itu video lama tahun lalu. Itu dari jalur Torean," kata Astekita.

Astekita menegaskan aksi tersebut merupakan salah satu bentuk pelanggaran ketika memasuki kawasan TNGR. Membawa hewan maupun jenis satwa lainnya dilarang dalam pendakian.

"Sudah ada di SOP pendakian kita terkait ini tidak boleh membawa hewan atau satwa ke kawasan," kata dia.

Astekita menduga kejadian dalam video tersebut ketika masyarakat melakukan upacara budaya. Kendati demikian, hal ini tetap akan menjadi atensi untuk disosialisasikan kepada masyarakat.

"Sepertinya masyarakat yang melakukan kegiatan nazar atau kegiatan budaya. Namun kami sudah koordinasi dan sosialisasi untuk tidak melakukan hal tersebut kembali," kata Astekita.

---

Artikel ini menjadi artikel terpopuler, Rabu (29/7/2026). Baca juga artikel populer lainnya di bawah ini:

  • Kisah Londo Ireng yang Melahirkan Kampung Afrikan di Purworejo
  • Meriah..., Haaland Lanjutkan Aksi Viking Row di Pernikahan Donnarumma
  • Warga Ibu Kota Merapat, Ini Destinasi Wisata Baru di Jakarta yang Wajib Masuk Itinerary
  • Viral Dugaan WNA di Bali Keluarkan Semua WNI dari Grup WA, Alasannya Bikin Geram
  • Potret Cinta Laura Liburan di Turki Tunjukkan Langit Biru di Istana Megah
  • Viral Sawah Bergaya Sabana di Prambanan, Petani Protes Lahan Jadi Tempat Bikin Konten
  • Turis Asing yang Paling Banyak Belanja di Jepang Adalah...
  • Setelah Penantian 12 Tahun, Gunung Olympus Masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO
  • Makanan dan Minuman Ini yang Sebaiknya Dihindari Saat Naik Pesawat

(ddn/ddn)