kingsheadwye.com

Terpukul Kegagalan di Istora, Fikri Kini Mengaku Sedang di Puncak Penampilan Bersama Fajar

"Kalau saya pribadi iya (sedang di puncak performa). Karena selama karier saya, ini adalah karier terbaik saya bersama Fajar. Sebelum-sebelumnya saya belum pernah meraih hasil sebaik ini," kata Fikri saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Perjalanan Fikri menuju performa terbaiknya tidak diraih secara instan. Ia mengaku sempat sangat terpukul saat tersingkir di babak awal Indonesia Terbuka.

Terlebih hasil buruk tersebut diraih di hadapan publik sendiri usai sempat menjadi runner-up di Singapura Terbuka. Namun, kegagalan tersebut dijadikan pecutan mental agar tidak larut dalam keterpurukan yang berkepanjangan.

https://akurat.co/badminton/881432/kejuaran-dunia-modal-back-to-back-fajar-fikri-bidik-podium-tertinggi-demi-kado-kemerdekaan-indonesia

"Rasa terpukul ada, kaget juga dengan hasil yang sangat buruk di rumah sendiri," tutur pebulutangkis berusia 26 tahun tersebut.

"Tapi setelah itu saya mikir lagi, 'ayo saya tidak mau tenggelam terlalu lama'. Karena kalau sudah tenggelam terlalu lama, susah naiknya. Sekarang lagi ada di posisi atas, lagi enak main, ya usahakan maksimalkan di situ."

Bagi Fikri, kunci kebangkitan duet ganda putra peringkat atas dunia ini terletak pada perubahan sikap mental, kesabaran saat latihan, serta sikap "tahu diri" usai beberapa kali harus puas menempati posisi runner-up.

"Latihan ya serius, cuma memang ada tambahan kita ya lebih ke tahu diri aja sih. Saya merasakan kalau di final kalah terus, ya sudahlah itu mungkin rezeki saya sampai situ. Usaha sudah, ikhtiar sudah, berdoa juga sudah. Kita tetap berusaha saja dan ternyata rezekinya ada di Jepang dan Tiongkok kemarin," lanjutnya.

Kenaikan grafik performa Fajar/Fikri juga terbukti dari keberhasilan mereka menumbangkan ganda putra tangguh asal Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, sebanyak dua kali secara beruntun. Meski begitu, Fikri menilai kekuatan mereka sejatinya masih imbang.

Menariknya, di luar lapangan yang panas, Fikri mengungkapkan hubungan persahabatan yang sangat hangat dengan pasangan Korea tersebut.

"Sebetulnya yang saya lihat masih imbang. Kemarin kita lebih siap, serta kondisi lapangan dan shuttlecock nyaman untuk kita. Di luar lapangan hubungan kita sangat baik, mereka ramah sekali. Bahkan waktu di Singapura, Seo sempat datang ke kamar memberikan sesuatu untuk kita," beber Fikri.

Mengenai resep solidnya permainan di lapangan, Fikri menyebut komunikasi intensif bersama Fajar dan tim pelatih menjadi kunci utama dalam membedah strategi serta menutup kelemahan lawan.

"Di dalam lapangan komunikasi bersama partner dan pelatih sangat berpengaruh. Itu bikin kita percaya diri. Kita saling tahu maunya partner seperti apa dan kelemahan lawan seperti apa, jadi strateginya jalan," jelasnya.

Meski namanya masuk dalam daftar pemain untuk China Masters dan skuad long list Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Fikri enggan terdistraksi.

Ia memilih fokus penuh menghadapi agenda terdekat, yakni Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026, alih-alih pusing memikirkan pengaturan peak performance di tengah padatnya turnamen.

"Saya fokus dulu untuk World Champ (Kejuaraan Dunia). Kalau untuk China Masters dan Asian Games saya belum ada planning. Idealnya memang tiga event besar jangan terlalu dempet karena sangat lelah untuk atletnya dan menentukan peak performance-nya cukup sulit," paparnya.

Menghadapi tekanan dan target tinggi dari PBSI untuk membawa pulang gelar juara dunia, Fikri mengaku sudah terbiasa mengelola ekspektasi tersebut dengan tenang.

"Beban pasti ada. Cuma dari kemarin-kemarin kan juga sudah ditarget-target harus ada yang juara, jadi sudah terbiasa. Kalau menang, menang. Kalah, kalah. Udah gitu aja," kata Fikri sambil tertawa.