Trump Sebut AS Tunda Serangan ke Iran, Selat Hormuz Jadi Syarat Kesepakatan
Bagikan:
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan negaranya menunda serangan baru terhadap Iran. Menurut Trump, penundaan itu dilakukan setelah Iran dan sejumlah negara Timur Tengah meminta serangan ditahan karena parameter kesepakatan telah disetujui.
China Daily dikutip Minggu, 2 Agustus, melaporkan, pernyataan itu disampaikan Trump melalui unggahan di Truth Social pada Sabtu. Ia mengatakan militer AS sudah dalam posisi siap menyerang Iran.
Trump menyebut Amerika Serikat “sudah siap penuh” menghadapi Republik Islam Iran dengan kekuatan militer yang ia gambarkan belum pernah terlihat sejak Perang Dunia II.
Namun, Trump mengatakan Washington diminta menahan serangan. Ia mengaitkan penundaan itu dengan peluang tercapainya kesepakatan.
“Meski demikian, kami baru saja diminta oleh Iran dan negara-negara Timur Tengah lainnya untuk menunda serangan karena parameter sebuah kesepakatan telah disetujui,” kata Trump.
Menurut Trump, kesepakatan itu mencakup pembukaan Selat Hormuz secara segera, penuh, dan total. Ia juga menyebut kesepakatan harus mengakhiri ancaman nuklir Iran.
BACA JUGA:
Selat Hormuz adalah jalur laut penting di Teluk Persia. Jalur ini menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dunia, sehingga setiap ketegangan di kawasan tersebut bisa berdampak pada pasar energi.
Trump juga memberi batas. Ia mengatakan keputusan menunda serangan bergantung pada kemampuan para pihak mencapai kesepakatan dengan cepat.
Keputusan Trump muncul di tengah laporan media AS soal rencana serangan baru terhadap Iran.
China Daily juga mengutip laporan The Wall Street Journal yang menyebut Trump telah memerintahkan militer menyiapkan serangan baru terhadap Iran. Serangan itu disebut bisa dimulai paling cepat akhir pekan ini dan berlangsung beberapa hari.
CBS News juga melaporkan Amerika Serikat dan Israel sedang menyiapkan serangan intens terhadap infrastruktur energi Iran. Serangan itu disebut dapat dimulai pada akhir pekan.
Iran merespons dengan peringatan kepada Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi meminta Washington tidak mengambil tindakan “petualangan”.
Menurut kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, Araghchi mengatakan pihak yang bertanggung jawab atas tindakan terhadap Iran akan menanggung konsekuensinya.
Trump menyebut penundaan serangan itu bergantung pada kemampuan para pihak mencapai kesepakatan cepat mengenai pembukaan Selat Hormuz dan ancaman nuklir Iran.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+