Unissula menerapkan kurikulum standar Eropa hadapi persaingan
Unissula menerapkan kurikulum standar Eropa hadapi persaingan
Rabu, 9 September 2026 08:47 WIB
Rektor Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Prof Gunarto, saat Pekan Taaruf Unissula, di Semarang, Selasa (8/9/2026). ANTARA/Zuhdiar Laeis
Semarang (ANTARA) - Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang menerapkan kurikulum standar Eropa untuk menciptakan lulusan yang berdaya saing internasional seiring dengan persaingan yang kian kompetitif.
"Kita memang kurikulumnya standar Eropa karena kita memilih ACQUIN yang di Jerman (untuk akreditasi, red.)," kata Rektor Unissula Prof Gunarto, saat Pekan Taaruf Unissula, di Semarang, Selasa.
Ia menyebutkan saat ini 53 program studi di Unissula juga sedang dalam proses mendapatkan akreditasi internasional dari ACQUIN yang berbasis di Jerman.
"Kita sudah merubah renstranya (rencana strategi), sudah merubah kurikulumnya dan kemarin sudah divisitasi fisiknya. Insya Allah pengumumannya bulan Desember sehingga Unissula memiliki kurikulum standar Eropa," katanya.
Dengan kurikulum standar Eropa, kata dia, tentunya akan semakin meningkatkan daya saing lulusan Unissula dalam kancah global.
"Standar Eropa itu hampir setara dengan standar yang di Amerika, standar di Australia, dan lebih tinggi dari standar-standar di benua Asia," katanya.
Apalagi, kata dia, Unissula menjadi rujukan bagi mahasiswa asing untuk berkuliah, seperti pada tahun ajaran ini yang tercatat tujuh mahasiswa internasional, yakni dari Timor Leste, Uganda, Gambia dan Nigeria.
Menurut dia, prodi-prodi di Unissula telah banyak diakui secara internasional sehingga menjadi pilihan favorit mahasiswa asing untuk menempuh studi.
"Dalam empat tahun terakhir, tercatat sebanyak 98 mahasiswa asing kuliah di Unissula," katanya.
Untuk mahasiswa baru, ia menyebutkan pada tahun ajaran ini mencapai 9.325 orang, baik dari program diploma 3 (D-3), sarjana (S-1), pascasarjana, pendidikan profesi, dan spesialis.
"Jumlah mahasiswa baru Unissula merupakan yang terbanyak di antara PTS (perguruan tinggi swasta) se-Jawa Tengah," kata Guru Besar Fakultas Hukum Unissula tersebut.
Ia mengatakan jumlah tersebut juga menunjukkan peningkatan dibanding jumlah mahasiswa pada tahun yang lalu sebanyak 9.200 orang.
"Sehingga ada peningkatan. Kalau persentasenya dulu 125 persen dari target, sekarang sudah 127 persen dari target," katanya.
Seiring dengan itu, kata dia, Unissula juga telah memiliki setidaknya 109 dosen bergelar profesor dan 333 dosen bergelar doktor yang akan membimbing mahasiswa selama berkuliah.
Baca juga: Wagub Jateng terima penghargaan dari Unissula
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.