Ustaz Derry Sulaiman Tegaskan Richard Lee Masuk Islam Bukan karena Kasus
Jadi intinya...
- Ustaz Derry bersaksi Richard Lee mualaf sebelum kasus hukumnya mencuat.
- Derry merasa bertanggung jawab membimbing Richard Lee dalam keislaman.
- Derry membantah Richard Lee mualaf untuk menghindari masalah hukum.
Liputan6.com, Jakarta - Ustaz Derry Sulaiman menjadi salah satu saksi yang dihadirkan dalam sidang lanjutan Richard Lee, terkait dugaan pelanggaran hak konsumen. Dalam persidangan, Derry memberikan kesaksian mengenai perjalanan spiritual Richard Lee sekaligus menepis anggapan bahwa keputusan sang dokter menjadi mualaf berkaitan dengan perkara hukum yang sedang dihadapinya.
Derry Sulaiman mengaku merasa memiliki tanggung jawab untuk terus mendampingi Richard Lee setelah membimbingnya memeluk Islam. Ia menegaskan persoalan keyakinan Richard Lee seharusnya tidak dicampuradukkan dengan perkara bisnis yang sedang berjalan.
"Ya karena saya merasa bertanggung jawab dengan keislaman beliau. Saya mengislamkan beliau. Wajar saja kalau diresmikan pembatalan keislaman beliau. Kan nggak pernah ada begitu. Urusan bisnis ya bisnis saja, urusan agama ya masing-masing. Saya ingin merangkul beliau terus, ingin hadir membina terus," ujar Derry Sulaiman.
Derry kemudian membantah anggapan bahwa Richard Lee memeluk Islam sebagai strategi untuk menghindari persoalan hukum. Menurutnya, Richard sudah memeluk Islam sebelum kasus skincare yang menyeret namanya mencuat ke publik.
"Beliau masuk Islam sebelum ada kasus, Pak, sebelum ada kasus skincare ini. Belum ada insyaAllah. Saya rasa semua orang bisa menilai keislaman beliau," Derry Sulaiman menegaskan.
Ustaz Derry Sulaiman Merasakan Kesungguhan Richard Lee
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4773971/original/069282400_1710509486-Jepretan_Layar_2024-03-15_pukul_20.28.19.jpg)
Perbesar
Sebagai orang yang membimbing Richard, Derry mengaku menyaksikan langsung kesungguhan sang dokter ketika memeluk Islam. Ia bahkan mengingat momen tersebut sebagai salah satu alasan dirinya merasa bertanggung jawab untuk terus mendampingi Richard.
"Saya mengislamkan beliau, saya mesti orang satu-satunya, the one and only, yang lebih meyakinkan keislaman beliau. Berurai air mata beliau bersyahadat," imbuh Derry.
Tegaskan Tak Dibayar Sepeser pun
Derry juga menyoroti munculnya keraguan terhadap keislaman Richard setelah perkara hukumnya mencuat. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menilai kualitas keimanan seseorang hanya berdasarkan persoalan yang sedang dihadapinya.
"Jadi saya datang ke sini semata-mata menyelamatkan akidah, keimanan beliau, mudah-mudahan beliau tetap istiqomah dalam Islam. Itu aja. Saya nggak ada kepentingan apa-apa. Wallahi saya nggak dibayar Rp1 pun untuk urusan ini. Jangan difitnah lagi 'Ustaz Derry Sulaiman dibayar', nggak, saya nggak mau dibayar," tegasnya.
Harapan Derry Sulaiman
Derry berharap perkara yang dihadapi Richard dapat diselesaikan dengan mengedepankan kebijaksanaan dan musyawarah jika memang masih memungkinkan. Namun, ia tetap menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada majelis hakim berdasarkan fakta persidangan.
"Kalau memang terbukti bersalah, ya mungkin ini jalan terbaik untuk dr. Richard. Tapi kalau menurut Yang Mulia beliau tidak bersalah, masih bisa dimaafkan, masih bisa didudukkan secara musyawarah, alangkah baiknya beliau pulang ke rumahnya, keluarganya, sehingga bisa memperbaiki diri lagi, lebih baik lagi, lebih berhati-hati lagi di dalam bermedia sosial, dan terus merangkul yang tadinya ada masalah bisa bersatu kembali. Saya berharap Dokter Richard bisa bebas secepatnya, itu saja," ucap Derry Sulaiman.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Tamara Dai Kecewa Wajah dan Tubuhnya Dipakai untuk Promosi Skincare dengan AI Tanpa Izin