Viral! Politikus Australia Dituduh Kirim Pesan Teks ke Pekerja Seks saat Sidang di DPR, Apa Isinya?
AKURAT.CO Politikus oposisi Australia, Mark Parton, menjadi sorotan publik setelah mengakui mengirim pesan pribadi berisi keluhan bahwa pekerjaannya "membosankan" saat sedang mengikuti rapat resmi parlemen. Pengakuan itu muncul setelah sebelumnya ia membantah seluruh tuduhan yang beredar.
Parton, yang merupakan pemimpin Partai Liberal oposisi di Australian Capital Territory (ACT), sempat diterpa laporan yang menyebut pesan tersebut dikirim kepada seorang pekerja seks. Namun, pada konferensi pers, Kamis (6/8), ia membantah keras tuduhan tersebut.
"Saya memang mengirim pesan itu, tetapi bukan kepada seorang pekerja seks," tegas Parton.
Pesan Pribadi Saat Sidang Jadi Kontroversi
Kontroversi bermula setelah media lokal Canberra Times melaporkan adanya pengaduan resmi terhadap Parton.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Parton mengirim pesan berbunyi:
"Pekerjaan saya benar-benar membosankan. Mau tukar?"
Pesan itu disertai foto suasana rapat komite parlemen yang berlangsung bulan lalu.
Awalnya Parton menyebut tuduhan tersebut sebagai upaya mencemarkan nama baik. Namun belakangan ia mengakui memang mengirim pesan tersebut, meski menolak mengungkap identitas penerimanya.
Klaim Tetap Jalankan Tugas sebagai Oposisi
Parton menegaskan bahwa aktivitas mengirim pesan pribadi tidak mengganggu tugasnya sebagai anggota parlemen.
Menurutnya, banyak anggota parlemen yang saling berkirim pesan saat sidang berlangsung.
"Saya tetap menjalankan tugas untuk mengawasi pemerintah," ujarnya.
Ia juga menilai pesan pribadi tidak seharusnya menjadi konsumsi publik.
"Saya rasa wajar mengirim pesan pribadi yang memang tidak dimaksudkan untuk dipublikasikan," katanya.
Sebut Gaya Komunikasinya Santai
Parton mengakui dirinya memiliki gaya komunikasi yang santai dan spontan.
Ia menggambarkan dirinya sebagai sosok yang memiliki gaya komunikasi "larrikin", istilah dalam budaya Australia yang merujuk pada seseorang dengan selera humor usil dan tidak terlalu formal.
Menurutnya, banyak orang juga menganggap sidang pembahasan anggaran memang cenderung membosankan.
Laporan Resmi Ditolak
Pengaduan resmi terkait dugaan pelanggaran tersebut akhirnya ditolak oleh pihak berwenang.
Sebaliknya, Parton mengaku telah melaporkan dugaan tindakan pelecehan atau intimidasi yang menurutnya menjadi bagian dari kasus tersebut kepada kepolisian.
Kantor Parton juga tidak memberikan komentar tambahan selain membagikan rekaman konferensi persnya kepada media.
Sumber: Euronews