kingsheadwye.com

Wali Kota Bekasi dan Polisi Kompak Lawan Bullying, Pelajar Diajak Berani Bersuara

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Bekasi, VIVA – Pemerintah Kota Bekasi bersama kepolisian mengajak para pelajar berani menolak perundungan atau bullying, baik di lingkungan sekolah maupun media sosial.

Baca Juga

Upaya tersebut dilakukan melalui kampanye gerakan ruang aman dan bebas perundungan dalam kegiatan Bekasi Bersatu 2026 di Plaza Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Minggu, (11/10/26).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kampanye yang diikuti sekitar 150 peserta itu melibatkan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Kapolsek Bekasi Selatan Ajun Komisaris Polisi Rumangga P. Napitupulu, perwakilan unsur pendidikan, pelajar SMA, hingga pelaku usaha.

Baca Juga

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan, pencegahan perundungan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga, pemerintah, kepolisian, dan masyarakat.

Di hadapan para peserta, Tri mengingatkan pelajar agar memiliki keberanian untuk menyuarakan kebenaran, menjunjung kejujuran, serta meningkatkan kepedulian terhadap orang-orang di sekitarnya.

Baca Juga

“Jaga diri sendiri, jaga teman, dan jaga lingkungan sekitar. Berani menyuarakan kebenaran dan kejujuran,” kata Tri.

Menurutnya, keberanian dan kejujuran merupakan bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda. Para pelajar juga diharapkan tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi ikut memperhatikan kondisi teman dan lingkungan sekitarnya.

Tri menilai, sikap jujur perlu terus ditanamkan meskipun terkadang membutuhkan keberanian dan memiliki konsekuensi yang tidak mudah. Nilai tersebut menjadi bekal bagi generasi muda untuk tumbuh sebagai pribadi yang bertanggung jawab dan berintegritas.

Tri juga mengingatkan bahwa perundungan dapat memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi anak. Karena itu, lingkungan sekolah dan pergaulan harus mampu memberikan rasa aman bagi setiap pelajar tanpa membedakan latar belakang maupun kemampuan mereka.

“Setiap anak adalah istimewa,” ujarnya.

Dia menekankan pentingnya memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk menunjukkan jati diri, bakat, dan minatnya. Pelajar juga perlu dibiasakan menghargai perbedaan serta menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan.

Dalam kesempatan tersebut, Tri mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam mengedukasi masyarakat mengenai bahaya perundungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Semoga langkah kecil ini menjadi bagian nyata dari sosialisasi dan edukasi,” ujar Tri.

Dukungan kepolisian dalam kampanye ini ditunjukkan melalui pembacaan Deklarasi Suara Pelajar oleh Kapolsek Bekasi Selatan AKP Rumangga P. Napitupulu.

Halaman Selanjutnya

Deklarasi tersebut memuat komitmen pelajar untuk menolak segala bentuk perundungan, kekerasan, dan kejahatan, termasuk yang terjadi di ruang digital.