Wamen P2MI: Perguruan tinggi harus adaptif
Wamen P2MI: Perguruan tinggi harus adaptif
Jumat, 31 Juli 2026 23:16 WIB
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla menyampaikan Pidato Milad Ke-61 Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) di Auditorium Ukhuwah Islamiyah UMP, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026) siang. ANTARA/Sumarwoto
Purwokerto (ANTARA) - Wakil Menteri (Wamen) Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla mengatakan perguruan tinggi harus adaptif menghadapi perkembangan teknologi, perubahan demografi, dan transformasi dunia kerja, yang berlangsung semakin cepat.
"Belum selesai soal perubahan demografi, muncul soal Artificial Intelligence (AI)," kata Wamen Dzulfikar saat menyampaikan Pidato Milad Ke-61 Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) di Banyumas, Jawa Tengah, Jumat.
Menurut dia, perkembangan teknologi telah mengubah berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk cara bekerja dan kebutuhan industri terhadap tenaga kerja.
Wamen Dzulfikar mengatakan perubahan tersebut menuntut perguruan tinggi menyiapkan lulusan dengan kompetensi yang relevan.
Ia mencontohkan perkembangan telepon seluler yang dalam beberapa dekade berubah dari sekadar alat komunikasi menjadi perangkat yang dapat membantu berbagai kebutuhan manusia, mulai dari pekerjaan hingga analisis keuangan.
"Teknologi yang dimiliki selalu berkembang," katanya.
Dzulfikar mengatakan percepatan perubahan juga terlihat dalam sektor industri karena proses produksi yang sebelumnya membutuhkan waktu berhari-hari dan tenaga manusia dalam jumlah besar, kini dapat dilakukan lebih cepat dengan dukungan teknologi dan otomatisasi.
Menurut dia, kondisi tersebut turut memengaruhi kebutuhan tenaga kerja.
Bahkan, kata dia, investasi industri dengan nilai yang sama saat ini dapat membutuhkan jumlah pekerja lebih sedikit dibandingkan dua dekade lalu karena sebagian proses produksi telah menggunakan teknologi.
"Kalau 20 tahun lalu orang membangun pabrik dengan investasi 100 sampai 200 juta, kebutuhan tenaga kerja kurang lebih 5.000 orang. Hari ini, dengan jumlah investasi yang sama, kebutuhan tenaga kerja sebenarnya bisa setengah," katanya.
Di sisi lain, kata dia, perubahan demografi juga menjadi tantangan bagi sejumlah negara, termasuk Jepang dan Korea Selatan yang menghadapi persoalan kekurangan tenaga kerja akibat menurunnya jumlah penduduk usia produktif.
Menurut Dzulfikar, kondisi tersebut membuka peluang bagi tenaga kerja Indonesia, termasuk pekerja migran, sepanjang memiliki kompetensi dan kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan pasar kerja global.
Oleh karena itu, kata dia, perguruan tinggi memiliki peran strategis untuk membekali mahasiswa tidak hanya dengan pengetahuan akademik, juga keterampilan, karakter, dan kemampuan menghadapi perubahan.
Ia mengatakan pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara teknis, juga harus mampu membentuk manusia yang memiliki akhlak dan kepedulian terhadap sesama.
"Siapa yang mampu mengubah orang yang awalnya tidak punya kompetensi menjadi orang yang punya kompetensi, maka sejatinya itulah manifestasi keberimanan," katanya.
Dzulfikar juga mendorong UMP dan perguruan tinggi Muhammadiyah secara umum memperkuat peran pengabdian kepada masyarakat melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menurut dia, ilmu pengetahuan yang dikembangkan di kampus harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, termasuk membantu meningkatkan kapasitas dan kemandirian pelaku UMKM.
Selain itu perguruan tinggi Muhammadiyah diharapkan terus memperkuat fungsi dakwah melalui kegiatan pendidikan, pembelajaran, dan pengabdian kepada masyarakat.
"Bagaimana UMP ini mampu menyebarluaskan gerakan-gerakan dakwah Muhammadiyah," katanya.
Ia mengharapkan momentum Milad Ke-61 tersebut dapat menjadi refleksi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menghadapi perubahan global.
Dzulfikar menilai perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki modal penting untuk terus berkembang sebagai institusi pendidikan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung kemajuan organisasi.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.