Wamendiktisaintek: Pentingnya kedaulatan data dalam pengembangan AI
Wamendiktisaintek: Pentingnya kedaulatan data dalam pengembangan AI
Kamis, 13 Agustus 2026 19:42 WIB
Peluncuran AI Technology Center di Gelanggang Inovasi dan Kreatif (GIK) UGM Yogyakarta, Kamis (13/8/2026) (ANTARA/Hery Sidik)
Yogyakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek) RI Prof Stella Christie menegaskan pentingnya kedaulatan data dalam pengembangan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan di Indonesia.
Stella pada peluncuran AI Technology Center di Gelanggang Inovasi dan Kreatif (GIK) UGM Yogyakarta, Kamis, mengingatkan agar Indonesia tidak menyerahkan data secara cuma-cuma kepada negara lain untuk meningkatkan kemampuan algoritma mereka.
"Kita boleh memperdagangkan data kita. Kita boleh menjual data kita untuk mendapatkan imbalan, tetapi kita tidak boleh sama sekali memberikan data tersebut," katanya.
Menurut dia, keberadaan pusat AI ini tidak boleh hanya berhenti pada aktivitas dan pembangunan prototipe, tetapi harus mampu menghasilkan solusi yang benar-benar bermanfaat.
Menurut dia, perkembangan AI saat ini mampu menyelesaikan persoalan dengan aturan yang kaku menuju persoalan yang semakin terbuka dan kompleks.
Perkembangan AI ini, lanjut dia, juga menuntut perguruan tinggi untuk dapat mengantisipasi perubahan dan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) lebih baik lagi.
"Tugas utama sebuah pusat AI saat ini di atas segalanya adalah mengantisipasi. Mengantisipasi apa yang akan terjadi dan kapan hal itu akan terjadi," katanya.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, AI Technology Center ini merupakan bagian dari inisiatif Indonesia AI Center of Excellence yang dipimpin Kementerian Komdigi dengan dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, serta perusahaan teknologi penting dalam memperkuat kemampuan AI nasional, sekaligus menghasilkan solusi bagi persoalan nyata di Indonesia.
Pihaknya mendorong penerapan pendekatan 'sovereign cloud' agar pengelolaan pusat data tetap berada dalam yurisdiksi Indonesia dan memenuhi standar keamanan yang diperlukan.
"Kedaulatan AI tidak berarti Indonesia mengisolasi diri atau harus mengembangkan semua teknologi sepenuhnya sendiri. Kolaborasi dan kedaulatan dapat berjalan beriringan," katanya.
Menurut dia, keberhasilan pusat AI indikator utamanya adalah peningkatan kompetensi talenta, pemanfaatan solusi oleh publik dan industri, hingga lahirnya inovasi kekayaan intelektual yang dikembangkan Indonesia.
"Keberhasilan harus terlihat dalam pengembangan talenta dan kompetensi, penerapan temuan-temuan penelitian terbaru, solusi yang dimanfaatkan oleh masyarakat dan industri, serta inovasi dan kekayaan intelektual yang dikembangkan Indonesia," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamendiktisaintek: Pentingnya kedaulatan data dalam pengembangan AI
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026