Polisi Bangka Barat edukasi cegah karhutla hingga pelosok - ANTARA News Bangka Belitung
Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Kepolisian Resor Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung memperkuat sinergisitas lintas sektor untuk melakukan edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan hingga pelosok.
"Ini salah satu upaya kita dalam melakukan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini menjadi ancaman nyata serius karena kita mengalami musim kemarau dan cuaca kering di seluruh wilayah," kata Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak di Mentok, Kamis.
Ia mengatakan edukasi dan sosialisasi kepada warga telah dilakukan bersama para personel bhabinkamtibmas yang tersebar di seluruh desa/kelurahan.
Bahkan hari ini, ia hadir langsung di tengah warga di Desa Sangku, Kecamatan Tempilang untuk memberikan pemahaman bahaya karhutla dan upaya pencegahan dini.
"Hari ini kita memperkuat sinergi Kepolisian bersama pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi potensi karhutla di Kecamatan Tempilang. Penguatan kesiapsiagaan ini penting untuk kepentingan bersama," katanya.
Menurut dia, penanganan berbagai persoalan di wilayah, termasuk potensi karhutla, membutuhkan koordinasi dan sinergi antara Kepolisian, pemerintah dan masyarakat.
"Kunjungan kerja hari ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi, pengawasan dan sinergi antara jajaran Kepolisian di tingkat polres maupun polsek dengan Forkopimcam Tempilang dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," ujarnya.
Menurut dia, sinergi tersebut penting agar kehadiran polisi dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat, termasuk dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan keamanan maupun bencana di wilayah.
Kegiatan tersebut memperlihatkan kolaborasi antara kepolisian, pemerintah kecamatan dan masyarakat dalam membangun kesiapan sekaligus memberikan perhatian kepada warga.
Usai kegiatan itu, ia bersama rombongan melakukan pemeriksaan Pos Kamling RT 12 Desa Tempilang untuk melihat langsung partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan sekaligus memperkuat komunikasi antara polisi dan warga.
"Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan wilayah, dengan koordinasi yang baik, berbagai potensi gangguan dapat diantisipasi lebih awal," katanya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Barat, selama Agustus 2026 telah terjadi karhutla 25 kejadian.
"Dari 25 kejadian itu luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 37 hektare, lahan itu berupa kawasan hutan, semak belukar dan beberapa lahan perkebunan," kata Kepala BPBD Bangka Barat Safrizal.
Menurut dia, kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam mempercepat pelaporan apabila menemukan titik api atau kebakaran lahan.
Pemerintah Daerah telah mengambil sejumlah langkah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla, kekeringan dan cuaca ekstrem yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.
"Kita juga telah menerbitkan surat edaran dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana, kita juga sudah menerbitkan SK Siaga Darurat dan menggelar rapat koordinasi kesiapsiagaan karhutla dan kekeringan," katanya.
Selain penanganan karhutla, BPBD Bangka Barat turut mengantisipasi dampak kekeringan, khususnya potensi berkurangnya ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Pihaknya telah melakukan pendataan jumlah dan kondisi armada mobil tangki air yang dapat dikerahkan apabila kebutuhan air bersih masyarakat meningkat.
"Kita terus berupaya melakukan pencegahan karhutla sekaligus menguatkan koordinasi agar selalu siap untuk bantu warga kekurangan air," katanya.
Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.