kingsheadwye.com

Wapres Gibran upayakan mahasiswa asal wilayah gempa lanjutkan pendidikan - ANTARA News Bangka Belitung

Manggarai Timur, NTT (ANTARA) - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengupayakan bantuan bagi mahasiswa dari daerah terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kini mengenyam pendidikan di luar wilayah, untuk terus melanjutkan pendidikan karena dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat di daerah tersebut.

Hal itu diungkapkan setelah Wapres Gibran saat berdialog dengan salah seorang pengungsi dan penyintas gempa bernama Nining Astriani saat meninjau posko pengungsian di Desa Waso, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Jumat.

"Tapi harus teridentifikasi orang tua-orang tua mana yang menyekolahkan anaknya di luar pulau, terutama yang mahasiswa," kata Wapres Gibran.

"Kalau tidak nanti kita carikan beasiswa tapi saya harus terima datanya dulu," kata Wapres menambahkan.

Dalam kesempatan itu, Nining mewakili sejumlah warga menyampaikan beragam isu mulai dari kelancaran bantuan, kekhawatiran warga terkait ancaman gagal bayar pinjaman atau kredit karena kehilangan pendapatan serta mengenai nasib anak-anak yang tengah menempuh pendidikan di perguruan tinggi di luar wilayah tersebut.

Dalam pembicaraan dengan Wapres, Nining mengungkapkan bahwa dampak gempa menimbulkan kekhawatiran para orang tua terkait mata pencaharian mereka. Menurut dia, para orang tua khawatir tidak dapat mengirimkan uang kepada anak-anak mereka yang sedang bersekolah di luar Manggarai Timur.

Nining berharap ada solusi yang bisa diberikan oleh negara agar anak-anak tersebut tidak putus sekolah. Mengingat anak-anak itu berpotensi menghadapi tidak hanya menghadapi beban ekonomi tapi juga psikologis saat mengetahui ada keluarganya terdampak gempa.

"Bagaimana agar mereka dapat tetap belajar dengan fokus dan bisa menyelesaikan pendidikannya," kata Nining.

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.