Yogyakarta membentuk karakter dan kedisiplinan pelajar melalui LBB
Yogyakarta membentuk karakter dan kedisiplinan pelajar melalui LBB
Selasa, 1 September 2026 17:40 WIB
Kegiatan Lomba Baris Berbaris 2026 bagi pelajar Kota Yogyakarta di Mandala Krida Yogyakarta, Selasa (1/9/2026). ANTARA/Hery Sidik
Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kota Yogyakarta mengadakan Lomba Baris Berbaris (LBB) 2026 bagi siswa berasal dari berbagai jenjang pendidikan sebagai sarana membentuk karakter dan kedisiplinan, serta cinta Tanah Air di kalangan pelajar.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan di Yogyakarta, Selasa, mengatakan nilai utama dalam LBB bukan hanya terletak pada kemampuan peserta mengikuti gerakan dan instruksi, tetapi juga nilai karakter yang dibangun selama proses latihan.
"Di samping lomba itu menanamkan gerak dan instruksi, ada makna di belakangnya, yaitu bagaimana kita membangun kedisiplinan, keteraturan, dan cinta Tanah Air," katanya dalam sambutan pembukaan LBB.
Kegiatan yang diadakan Dinas Dikpora Yogyakarta bersama Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Yogyakarta ini diikuti ribuan pelajar dari tingkat SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA.
Ia berharap, nilai-nilai kedisiplinan dan keteraturan tersebut tidak berhenti ketika lomba selesai, tetapi dapat diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari maupun di lingkungan sekolah.
Pemkot Yogyakarta menilai para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut dapat menjadi contoh bagi teman-teman lainnya dalam menerapkan kedisiplinan dan pendidikan karakter.
"Setelah lomba, harapannya nilai-nilai itu tetap terbawa dalam kehidupan sehari-hari maupun di kelasnya sehingga menjadi role model (contoh) bagi teman-temannya. Pendidikan karakter seperti ini akan membuat Yogyakarta semakin istimewa," katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Dikpora Yogyakarta Agus Trimadi mengatakan LBB 2026 diikuti 101 pleton yang terdiri atas 15 pleton dari SD/MI, 44 pleton dari SMP MTs, serta 42 pleton dari SMA/SMK/MA, setiap pleton beranggotakan 39 siswa, sehingga total peserta mencapai 3.500 pelajar.
Dia mengatakan baris berbaris memiliki nilai pendidikan penting bagi pelajar, karena setiap gerakan yang dilakukan bersama-sama mengajarkan peserta untuk mendengar instruksi, mematuhi aturan, mengendalikan diri, menjaga konsentrasi.
"Baris-berbaris tidak hanya soal kaki yang melangkah serempak. Di balik setiap langkah ada latihan untuk mendengar, mematuhi aturan, mengendalikan diri, menjaga konsentrasi, dan menempatkan kepentingan kelompok di atas ego pribadi," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026