1.200 nakes Jember jalankan program "homecare" jamin layanan kesehatan - ANTARA News Jawa Timur
Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Sebanyak 1.200 tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan menjalankan program pelayanan kesehatan langsung ke rumah warga (homecare) guna menjamin layanan kesehatan masyarakat kelompok rentan yang mengalami keterbatasan dalam mengakses fasilitas kesehatan.
"Ketika petugas kesehatan turun ke lapangan dan menemukan kondisi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, mereka dapat langsung memanfaatkan layanan konsultasi jarak jauh tersebut," kata Bupati Jember Muhammad Fawait saat menggelar kunjungan di Puskesmas Pakusari, Jember, Senin.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus mematangkan kesiapan program pelayanan kesehatan homecare dan dalam implementasi di lapangan, program itu akan didukung penuh oleh fasilitas telemedicine guna memudahkan masyarakat berkonsultasi dengan tim medis.
"Ketika nanti ke lapangan, kalau dirasa membutuhkan konsultasi dengan dokter umum, dokter spesialis, maupun subspesialis, maka nanti disediakan fasilitas telemedicine atau melalui handphone, seperti layanan Halodoc dan sejenisnya," tuturnya.
Melalui integrasi teknologi, lanjut dia, tim medis dapat langsung menentukan tindakan yang paling tepat bagi pasien secara real time. Evaluasi tersebut meliputi keputusan apakah pasien cukup dirawat di rumah atau harus dirujuk, serta menentukan jenis obat-obatan yang diperlukan.
"Jika obat yang dibutuhkan tidak tersedia dalam bawaan petugas saat itu, pemerintah daerah telah menyiapkan sistem pengantaran langsung ke rumah pasien," katanya.
Untuk memastikan program itu berjalan maksimal dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, maka sebanyak 1.200 nakes telah disiagakan yang nantinya bergerak aktif keliling mendatangi rumah warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu mengatakan bahwa operasional pelayanan homecare itu akan berlangsung tanpa henti demi memberikan pelayanan yang tuntas bagi masyarakat Jember.
"Ada 1.200 nakes. Jadi, 1.200 nakes itulah yang nanti keliling-keliling untuk melaksanakan homecare. Pelaksanaannya 24 jam, pokoknya sampai tuntas untuk memberikan pelayanan kesehatan," ujarnya.
Gus Fawait menjelaskan bahwa kebijakan tersebut lahir dari hasil pencermatan pemerintah terhadap berbagai aspirasi masyarakat karena persoalan yang dihadapi masyarakat kurang mampu tidak hanya berkaitan dengan biaya pengobatan, tetapi juga biaya dan keterbatasan ketika harus meninggalkan rumah untuk mendapatkan pelayanan di puskesmas maupun rumah sakit.
"Kami mendengarkan banyak aspirasi masyarakat. Ternyata bagi saudara-saudara kita yang miskin dan miskin ekstrem, persoalannya bukan hanya biaya berobat, tetapi juga biaya ketika harus meninggalkan rumah menuju puskesmas atau rumah sakit, terutama bagi mereka yang menjalani pengobatan dalam waktu lama," katanya.
Ia mengatakan layanan homecare dan telemedicine merupakan bagian dari upaya Pemkab Jember untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh hak yang sama atas pelayanan kesehatan.
"Pemerintah juga ingin mencegah masyarakat jatuh ke dalam kemiskinan akibat beban biaya dan dampak penyakit yang berkepanjangan dengan menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan mudah diakses," ujarnya.
Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.