7 Kebiasaan Orang IQ Rendah saat Berteman Menurut Ilmu Psikologi
Intelligence Quotient atau IQ erat kaitannya dengan kecerdasan seseorang dalam penalaran logis, verbal, spasial, memori, atau kecepatan pemrosesan. Selain itu, ternyata IQ seseorang juga dapat dilihat dari sudut pandang lain, Bunda. Salah satunya adalah dari cara seseorang berteman atau bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.
Menurut psikologi, perilaku seseorang dapat menyiratkan tanda kurang berpikir kritis, kurangnya kesadaran diri, atau kemampuan beradaptasi yang rendah. Inilah yang diasosiasikan sebagai kebiasaan orang dengan IQ rendah.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini beberapa kebiasaan orang IQ rendah saat berteman dengan orang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Kurang memperhatikan isyarat sosial
Kebiasaan orang yang memiliki IQ rendah salah satunya yaitu kurang memperhatikan isyarat sosial. Sebagai contoh, ketika seseorang bicara kepada temannya, kemudian teman tersebut sudah melirik ke arah pintu keluar, mulai melangkah mundur, dan menyilangkan tangan. Itu bisa jadi isyarat bahwa teman tersebut ingin mengakhiri percakapan.
Akan tetapi orang yang cenderung memiliki IQ rendah terkadang tidak paham isyarat itu. Mereka bisa saja lanjut membicarakan banyak hal walaupun lawan bicaranya terlihat sudah tidak nyaman.
Psikolog Ty Tashiro memaparkan lebih lanjut tentang fenomena itu yang ia sebut sebagai spotlight attention atau perhatian sorotan. Orang yang canggung secara sosial terkadang hanya fokus pada satu bagian dari dunia persepsi mereka dan melewatkan segala sesuatu di luar itu.
Mereka bisa sajamemperhatikan setiap detail apa yang mereka katakan, tetapi melewatkan isyarat seperti mengetuk kaki, menyilangkan lengan, atau gestur tubuh seseorang yang lambat menuju pintu keluar.
Mengutip laman Bolde, Tashiro menjelaskan bahwa ini terjadi karena otak mereka melakukan lebih banyak pekerjaan kognitif untuk menafsirkan isyarat sosial, dan itu melelahkan. Sehingga mereka mengambil jalan termudah yaitu terus berbicara, karena berbicara tidak berarti membaca suasana.
2. Selalu mengarahkan topik percakapan ke diri sendiri
Salah satu kebiasaan orang dengan IQ rendah dalam berteman yaitu selalu mengarahkan topik percakapan ke diri sendiri. Ketika ada seorang teman menceritakan perjalanan yang ia lakukan, orang dengan IQ kurang tinggi bisa saja merespon seperti “Oh, saya juga pernah ke sana, biar saya ceritakan tentang saya.”
Psikolog klinis Joseph Burgo menjelaskan bahwa orang tersebut memanfaatkan percakapan dengan orang lain sebagai kesempatan untuk berbicara tentang diri mereka sendiri. Mereka menunggu jeda, menemukan pemicunya, dan memulai versi mereka sendiri.
Hal yang rumit dari masalah ini adalah orang yang selalu mengarahkan topik percakapan ke diri sendiri tidak sadar itu adalah masalah. Ia merasa mereka terhubung dan mendengarkan kisah lawan bicaranya.
Namun, umumnya sebagian orang dapat membedakan antara seseorang yang mengerti cerita yang dilontarkan lawan bicara dengan seseorang yang memang ingin mengalihkan topik kepada diri sendiri.
3. Bereaksi pada waktu yang tidak tepat
Kebiasaan orang dengan IQ rendah dalam berteman selanjutnya adalah bereaksi pada waktu yang tidak tepat. Sebagai contoh, ketika sekelompok orang sedang berkumpul dan salah satu orang dari mereka menceritakan sebuah kisah lucu yang membuat semua orang tertawa. Namun, ada satu orang yang baru tertawa setelah topik tersebut berlalu. Atau dalam kasus lain misalnya seseorang tertawa sebelum punchline.
Dikutip dari laman Bolde, kasus seperti itu terjadi karena masalah waktu, bukan masalah humor. Seseorang bisa saja memproses momen sosial dengan sedikit terlambat dari orang lain.
4. Lebih banyak bicara dan sedikit mendengarkan
Ada kalanya ketika seorang teman mengeluh tentang hari yang berat, ia hanya ingin didengarkan alih-alih diberi saran. Namun orang yang memiliki IQ yang rendah cenderung tertarik untuk memberikan berbagai saran yang tidak diminta.
Dikutip yahoo! creators, ketidakmampuan untuk mendengarkan dengan baik menyebabkan kehilangan gagasan utama. Psikolog mengaitkan ini dengan adanya penilaian berlebihan terhadap suatu pemahaman serta kurangnya kerendahan hati secara intelektual.
5. Menceritakan permasalahan pribadi di ruang publik
Ketika seseorang terlalu banyak menceritakan permasalahan pribadinya di depan banyak orang, apalagi kepada orang-orang yang tidak terlalu dekat ini dapat mengindikasikan IQ sosial orang tersebut.
Kesesuaian antara apa yang dibagikan orang lain dan dengan siapa orang tersebut membagikan masalahnya adalah sebuah keterampilan. Keterampilan ini yang terkadang dilewatkan oleh orang dengan IQ rendah.
6. Mencari validasi dari orang lain secara terus menerus
Salah satu kebiasaan orang yang memiliki IQ rendah adalah selalu mencari validasi dari orang lain. Hal yang wajar apabila seseorang merasa senang mendapat apresiasi dan pujian dari orang lain. Namun, ini akan menjadi masalah apabila seseorang ingin memperoleh pujian atau persetujuan dari orang lain untuk setiap hal kecil secara berlebihan.
7. Selalu menyalahkan orang lain
Kebiasaan lain orang dengan IQ yang rendah dalam berteman adalah selalu menyalahkan orang lain. Ketika melakukan kesalahan, alih-alih mengakui kesalahan, seseorang bisa saja terbiasa melempar tanggung jawab itu kepada orang lain.
Melansir laman India Today, kebiasaan seperti ini dapat menghambat pengembangan diri dan akuntabilitas seseorang.
Itulah berbagai kebiasaan orang dengan IQ rendah dalam berteman. Perlu diingat, Bunda, bahwa kebiasaan ini bukan satu-satunya indikasi atas IQ seseorang. Ini hanyalah satu dari banyaknya aspek dalam menentukan kualitas seseorang.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)