kingsheadwye.com

Awan Api Pertama Terbentuk di Prancis, Kebakaran Hutan Berpotensi Kian Ganas - Ekonomi Sirkular Katadata.co.id

Kebakaran hebat yang melanda hutan di Prancis berujung pada terbentuknya awan pirokumolonimbus untuk pertama kalinya. ‘Awan api’ ini berpotensi memperparah kebakaran dan diprediksi kian lazim muncul di Eropa, seiring besarnya kebakaran hutan di sana.

Awan api ini terdiri dari udara panas, asap, serta uap air yang naik dan berpotensi mempercepat penyebaran api dengan angin kencang dan bara api yang beterbangan. 

“Ada kolom miring yang menghisap udara dan menyebarkan bara api ke bagian depan kebakaran, awan ini juga memicu petir. Itu menjadi cara lain untuk menyulut kebakaran di depan kobaran api,” kata Jean-Baptiste Filippi, Ilmuwan dari University of Corsica, dikutip dari New Scientist, Rabu (29/7).

Terbentuknya awan pirokumolonimbus ini dilaporkan terjadi pada 24 dan 25 Juli di wilayah Gironde, Prancis. Bara api dan petir pun memunculkan kobaran api baru di sekitar kobaran api utama.

“Kami sedang menghadapi badai api lain, fenomena yang sama luar biasa, namun belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak terduga,” ujar Prefek Gironde Sophie Brocas. Dia menambahkan, insiden ini belum menelan korban jiwa.

Saat kebakaran besar melanda Spanyol, insiden serupa juga terjadi di wilayah Gironde, Prancis. Presiden Prancis Emmanuel Macron bahkan menyebutnya sebagai krisis terparah di negara tersebut sejak Perang Dunia II. 

Kebakaran tersebut diketahui telah menghanguskan lebih dari 420 kilometer persegi area sejak pekan lalu. Lokasi kebakaran hanya berjarak 15 kilometer dari kota penghasil anggur Bordeaux dan memaksa sekitar 220.000 penduduk mengungsi. 

Awan Api Muncul Akibat Kebakaran Hutan Besar

Awan pirokumolonimbus biasanya muncul akibat kebakaran besar di hutan Amerika Utara, Siberia, dan Australia. Awan ini merupakan pemicu kebakaran hutan Black Saturday yang menewaskan 173 orang di Australia pada 2009. Awan api ini juga menyebabkan kebakaran besar yang meluluhlantakkan Kota Fort McMurray di Kanada pada 2016 lalu. Adapun kebakaran hutan ‘pecah rekor’ Kanada pada 2023 telah menghasilkan 142 badai serupa. 

Akan tetapi, fenomena ini tidak banyak terjadi di Eropa. Hanya ada beberapa awan pirokumolonimbus yang terkonfirmasi terbentuk di Spanyol dan Portugal, salah satunya saat kebakaran dahsyat Pedrógão Grande di Portugal pada 2017. Kebakaran itu menghancurkan ratusan rumah dan menewaskan 66 orang. 

Namun, situasinya diperkirakan akan berubah. Eropa akan menghadapi panas ekstrem dan atmosfer tidak stabil yang berinteraksi dengan api. 

“Jika panas dari api meningkat, seperti yang diproyeksikan studi kami, maka akan lebih banyak kejadian seperti ini,” kata Francesca Di Giuseppe dari Pusat European Centre for Medium-Range Weather Forecasts.