Berau cetak kampung bersih narkoba lewat tes urine aparatur - ANTARA News Kalimantan Timur
Berau, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur berupaya mencetak kampung bersih narkoba lewat tes urine bagi lurah dan kepala desa hingga para aparatur desa/kelurahan, guna mewujudkan daerah yang aman, sehat, dan para generasinya memiliki daya saing tinggi.
"Tes urine ini menjadi bagian upaya deteksi dini sekaligus pencegahan potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan aparatur pemerintahan. Ketika di pemerintahan bersih, tentu akan lebih mudah membersihkan penyalahgunaan narkoba di masyarakat," ujar Wakil Bupati Berau, Gamalis saat pembukaan tes urine di Kecamatan Pulau Derawan, Jumat.
Tes urine di Pulau Derawan ini merupakan giat ketiga untuk semua kepala desa/lurah serta semua aparaturnya. Sebelumnya telah dilakukan giat yang sama dipusatkan di dua kecamatan untuk beberapa kampung.
Rinciannya, pada 10 Agustus tes urine dipusatkan di Kecamatan Talisayan untuk aparatur kampung dari tiga kecamatan yakni Tabalar, Biatan, dan Kecamatan Talisayan.
Kemudian pada 11 Agustus, tes urine dipusatkan di Batu Putih untuk aparatur kampung dari dua kecamatan yakni Batu Putih dan Biduk-Biduk.
Ini berarti sampai 21 Agustus telah ada enam kecamatan dari 13 kecamatan di Berau yang telah menggelar tes urine, sehingga tujuh kecamatan lainnya segera dijadwalkan giat yang sama.
"Tes urine ini terlaksana melalui kerja sama lintas sektor sesuai dengan kewenangan masing-masing, termasuk organisasi perangkat daerah, aparat keamanan, dan instansi vertikal," ujar Gamalis yang juga Pembina P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika) Kabupaten Berau ini.
Ia menegaskan aparatur pemerintah mulai dari tingkat kabupaten hingga desa harus menjadi teladan di berbagai lini kehidupan, sekaligus menjadi benteng pertama dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat.
"Pencegahan penyalahgunaan narkoba merupakan komitmen bersama. Jangan sampai kualitas pelayanan ke publik menjadi terganggu akibat narkotika. Seluruh aparatur harus menjadi benteng pertama dalam pencegahan narkoba," kata Gamalis.
Pewarta: M.Ghofar
Editor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.