kingsheadwye.com

BPBD Tasikmalaya mewaspadai bahaya karhutla saat kemarau - ANTARA News Jawa Barat

Tasikmalaya (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kahupaten Tasikmalaya, Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk mewaspadai risiko bahaya terhadap kesehatan maupun lingkungan hidup dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi terjadi saat musim kemarau.

"Perlu kita cegah kebakaran itu bukan hanya apinya, tetapi juga dampaknya, seperti asap bisa mengganggu kesehatan, kemudian kebakaran hutan dan lahan akan kehilangan fungsi ekologis," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni Akhmad Sahroni di Tasikmalaya, Senin.

Ia menuturkan, BPBD Kabupaten Tasikmalaya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla saat musim kemarau dengan menyiapkan personel gabungan yang siap melakukan pencegahan dan pemadaman apabila terjadi kebakaran.

Selama beberapa pekan terakhir, kata dia, sudah menangani karhutla di sejumlah daerah di Kabupaten Tasikmalaya, sehingga harus menjadi perhatian bersama untuk tidak menyalakan api secara sembarangan.

"Harus menjadi perhatian kita bersama, kondisi cuaca yang panas dan kering ini membuat bahan-bahan mudah terbakar, sedikit saja lalai bisa memicu kebakaran," katanya.

Menurut dia, potensi kebakaran tidak hanya melanda hutan dan lahan, tapi juga rumah penduduk, lahan atau kebun dengan kondisi tanaman kering, dan juga tempat sampah.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak buang puntung rokok sembarangan, dan jangan sembarangan membakar sampah karena bisa memicu terjadinya kebakaran.

"Jika ada kepulan asap, jangan dibiarkan, jangan menunggu api membesar, penanganan harus cepat, penanganan sejak awal akan jauh lebih mudah dibandingkan ketika api sudah besar," katanya.

Ia menegaskan, keseriusan pemerintah menangani karhutla itu karena dampak dari kebakaran itu dapat memperburuk kualitas udara dan mengganggu kesehatan masyarakat.

Selanjutnya jika kebakaran hutan terus dibiarkan maka akan meluas, dan dampaknya akan meningkatkan risiko bencana alam hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Ketua Forum Komunikasi Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetyia menambahkan, pihaknya terlibat dalam setiap operasi penanganan pemadaman kejadian karhutla.

"Kita menunggu instruksi dari Damkar untuk membantu, hampir selama terjadi kebakaran selalu terlibat karena keterbatasan armada dan SDM," katanya.

Tagana Tasikmalaya mencatat daerah yang sudah mendapatkan penanganan kebakaran lahan yakni di Kecamatan Singaparna, Sukarame, Mangunreja, dan Sukaresik.
 

Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.