kingsheadwye.com

Kemenkop minta manajer KDKMP harus pahami potensi dan kebutuhan desa - ANTARA News Kalimantan Selatan

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koperasi (Kemenkop) meminta para manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) memahami potensi desa dan kebutuhan masyarakat sebagai dasar menyusun strategi bisnis koperasi agar mampu memberikan manfaat bagi warga.

Saat membuka pelatihan manajer KDKMP di Satuan Pendidikan (Satdik) 2 Kodiklatal Makassar, Sulsel, Jumat, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari mengatakan keberhasilan KDKMP tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga kemampuan manajer dalam membaca potensi daerah, menyusun strategi, dan mengambil keputusan yang tepat.

"Networking ini mahal, karena Anda akan jadi single fighter di KDKMP tempat Anda ditempatkan. Kenali koperasi itu membutuhkan apa," kata Destry dalam keterangan Kemenkop di Jakarta, Jumat.

Ia meminta setiap manajer aktif berkomunikasi dengan kepala desa dan masyarakat untuk memahami kondisi wilayah serta kebutuhan yang dapat dijawab melalui usaha koperasi.

Menurut Destry, koperasi pada dasarnya merupakan perusahaan berbasis komunitas sehingga model bisnis yang dijalankan harus berangkat dari kebutuhan masyarakat.

Ia menambahkan para manajer tidak cukup hanya memahami konsep bisnis koperasi, tetapi juga harus mampu menerapkannya agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Pelatihan di Makassar diikuti 189 calon manajer KDKMP dan menjadi bagian dari 451 kelas pelatihan yang diselenggarakan secara serentak di berbagai daerah dengan kurikulum yang sama.

Dalam kesempatan tersebut, Pendiri The Local Enablers Dwi Purnomo yang menjadi fasilitator pelatihan menekankan pentingnya kepemimpinan dan kemampuan membangun jejaring bagi para manajer koperasi.

Menurut Dwi, manajer KDKMP perlu membangun kolaborasi dengan sesama pengelola koperasi, masyarakat, maupun berbagai pihak di luar desa untuk memperkuat ekosistem usaha koperasi.

Ia juga mengingatkan agar koperasi menghasilkan produk dan layanan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

"Manajer harus berpikir memberikan solusi bagi masyarakat, tidak hanya berpikir menghasilkan produk. Produk itu sebagus apa pun, kalau tidak memberikan solusi, tidak akan menjadi value," kata Dwi.

Menurut dia, keberadaan KDKMP di seluruh Indonesia membawa harapan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, sehingga setiap manajer dituntut mampu mengelola koperasi secara profesional dan berorientasi pada kebutuhan warga.

Sebanyak 29.830 calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) saat ini sedang menjalani pelatihan manajerial dan sertifikasi kompetensi sebagai persiapan sebelum ditempatkan di koperasi-koperasi di berbagai daerah.

Pelatihan berlangsung mulai 17 hingga 29 Juli 2026, dengan penutupan pada 31 Juli 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di 15 komando latihan, 61 satuan pendidikan, dan 451 kelas di seluruh Indonesia.

Kurikulum pelatihan mencakup 90 jam pelajaran yang terdiri atas 12 modul, 42 materi, dan 10 unit kompetensi, dengan fokus pada penguasaan manajemen koperasi dan pengelolaan keuangan.

Seluruh peserta juga akan mengikuti sertifikasi kompetensi manajer KDKMP yang telah diakreditasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenkop: Manajer KDKMP harus pahami potensi dan kebutuhan desa

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.