kingsheadwye.com

Kota Ichinoseki jajaki kerjasama tenaga kerja untuk pemuda Kota Bima

"Kami berharap dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi pemuda-pemudi asal Bima yang nantinya bekerja di Ichinoseki dalam jangka panjang,"

Kota Bima (ANTARA) - Pemerintah Kota Ichinoseki, Prefektur Iwate, Jepang, menjajaki kerja sama ketenagakerjaan dengan Pemerintah Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, untuk membuka peluang bagi pemuda daerah bekerja di Jepang di tengah tantangan penurunan jumlah penduduk dan kebutuhan tenaga kerja.

Wali Kota Ichinoseki Sato Yoshihito mengatakan pemerintah daerahnya terus berupaya menjaga ketersediaan tenaga kerja dengan memberikan dukungan kepada perusahaan lokal yang mempekerjakan tenaga kerja asing, termasuk pekerja asal Indonesia.

"Kami berharap dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi pemuda-pemudi asal Bima yang nantinya bekerja di Ichinoseki dalam jangka panjang," kata Sato saat bertemu Pemerintah Kota Bima di Aula Maja Labo Dahu Kantor Wali Kota Bima, Senin.

Menurut Sato, penurunan jumlah penduduk menjadi salah satu tantangan yang dihadapi Jepang sehingga pemerintah dan dunia usaha perlu membangun ekosistem yang mampu mendukung keberadaan tenaga kerja asing.

Pemerintah Kota Ichinoseki, kata dia, sekitar tiga tahun lalu telah membentuk pusat dukungan bagi warga negara asing agar mereka dapat hidup aman dan nyaman serta berperan aktif dalam kehidupan masyarakat setempat.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya kota yang dikenal luas sebagai ibu kota budaya mochi (mochi capital) tersebut, membangun lingkungan yang memungkinkan tenaga kerja asing tidak hanya memenuhi kebutuhan dunia usaha, tetapi juga dapat beradaptasi dan menjadi bagian dari masyarakat.

Kerja sama dengan Kota Bima juga diarahkan pada penyiapan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan, termasuk penjajakan program pertukaran pelajar dan penguatan pembelajaran bahasa Jepang.

Selain ketenagakerjaan dan pendidikan, kedua pemerintah daerah membahas peluang kerja sama di bidang pertanian, perikanan, pengolahan pangan serta lingkungan hidup, termasuk pengelolaan dan pengolahan sampah.

Selama kunjungan pada 5-7 Oktober 2026, delegasi kota tersebut dijadwalkan mengunjungi sejumlah instansi pemerintah, lembaga pendidikan dan sekolah bahasa Jepang, termasuk Nichini Kaigo School.

Kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk melihat secara langsung sistem pemerintahan, pendidikan dan dunia usaha di Kota Bima sekaligus memahami kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat.

Sato berharap rangkaian kunjungan tersebut dapat menjadi dasar untuk membangun kerja sama yang lebih konkret, terutama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pemuda asal Bima yang bekerja dan tinggal di kota yang dipimpinnya.

"Melalui pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari kunjungan ini, kami berharap dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi pemuda-pemudi asal Bima yang nantinya bekerja di Ichinoseki dalam jangka panjang," ujarnya.

Ia juga berharap komunikasi antarkedua pemerintah daerah dapat berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman dan pandangan mengenai pembangunan sumber daya manusia.

Sebelumnya, Sato Yoshihito tiba di Kota Bima pada Senin dan dijemput Sekretaris Daerah Kota Bima Muhammad Fakhrunraji bersama jajaran Pemerintah Kota Bima di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima.

Delegasi Ichinoseki yang dipimpin Sato turut terdiri atas Ketua DPRD Ichinoseki Katsuura Nobuyuki, Ketua Asosiasi Bisnis Chiba Kunihiro, serta sejumlah pejabat pemerintah dan perwakilan dunia usaha.

Pemerintah Kota Bima menyambut penjajakan kerja sama tersebut sebagai peluang memperluas hubungan internasional sekaligus memperkuat pengembangan sumber daya manusia dan akses masyarakat daerah terhadap kesempatan kerja di luar negeri.

Pewarta : Ady Ardiansah
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026