kingsheadwye.com

Kronologi Siswa 14 Tahun Lakukan Penembakan Brutal di Thailand, Tembakkan 26 Peluru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:50 WIB

VIVA –Kasus penembakan di sekolah Debsirin Nonthaburi School Thailand mendapat perhatian luas. Kasus tersebut diketahui melibatkan seorang siswa sekolah tersebut yang diketahui masih berusia 14 tahun. 

Baca Juga

Kasus penembakan ini pun membuat publik bertanya-tanya apa penyebab seorang siswa yang masih berusia 14 tahun bisa melakukan aksi nekat tersebut? Dan bagaimana remaja tersebut membawa pistol ke sekolahnya dan menargetkan guru di sana?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melansir laman CNA News, Sabtu 8 Agustus 2026, sebelum melancarkan aksinya di sekolah, remaja tersebut terlebih dahulu menembak mati kakek dan neneknya pada Jumat subuh pukul 05.00 waktu setempat di rumah dua lantai yang berada di tepi persawahan di pinggiran kota Bangkok. 

Baca Juga

Setelah menembak kakek dan neneknya, remaja tersebut kemudian menaiki mobil van sekolah yang datang menjemputnya di rumah, kata Thadsakorn. Ia membawa senjata api dan puluhan butir peluru bersamanya.

Debsirin Nonthaburi School, tempat remaja tersebut bersekolah, berjarak sekitar 18 kilometer dari rumahnya atau sekitar 45 menit perjalanan. Menurut otoritas distrik setempat, tahun lalu sekolah tersebut memiliki sekitar 3.100 siswa yang diajar oleh 147 guru.

Baca Juga

Pelajaran pertamanya dimulai pukul 08.30, kemudian dilanjutkan dengan pelajaran berikutnya pada pukul 09.20. Sekitar 30 menit setelah pelajaran kedua dimulai, remaja tersebut mengeluarkan senjatanya dan kembali melepaskan tembakan, berdasarkan perkiraan polisi.

Pada pukul 09.57, Kantor Polisi Plai Bang yang membawahi wilayah tempat sekolah tersebut berada menerima laporan melalui telepon mengenai adanya penembakan, kata seorang pejabat.

Saat suara tembakan terdengar, seorang siswa berusia 18 tahun awalnya mengira suara tersebut adalah bunyi kembang api. Namun, seorang guru kemudian memintanya untuk segera keluar dari sekolah. Sejumlah siswa bahkan berlari keluar hanya dengan mengenakan kaus kaki atau tanpa alas kaki, sambil membawa lembaran kertas dan ponsel mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, siswa lainnya berlindung di bawah meja. Mereka menangis sambil berbaring di lantai dan mendengarkan suara tembakan, berdasarkan sebuah video yang diunggah di media sosial dan telah diverifikasi oleh Reuters.

Berdasarkan keterangan kepala Kantor Polisi Bang Bua Thong, Kolonel Polisi Thadsakorn Konthong, senjata yang digunakan remaja tersebut merupakan milik sang kakek.

Halaman Selanjutnya

"Pemeriksaan awal menemukan tanda-tanda bahwa senjata tersebut sempat dicari di dalam kamar tidur kakeknya," kata dia kepada Reuters.