Mundurnya Perry Warjiyo Berpotensi Picu Gejolak Pasar, Independensi BI Jadi Kunci
AKURAT.CO Pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai berpotensi memicu gejolak di pasar keuangan dalam jangka pendek.
“Meski demikian, dampaknya diyakini dapat dikelola selama independensi BI tetap terjaga dan kebijakan moneternya berjalan secara kredibel,” kata Ekonom Universitas Atma Jaya, Rosdiana Sijabat, Senin (27/7/2026).
Rosdiana mengatakan, pengunduran diri gubernur BI merupakan peristiwa yang sangat jarang terjadi.
Sepanjang sejarah BI, menurutnya, hanya Boediono yang pernah melepaskan jabatan sebagai Gubernur BI setelah terpilih sebagai Wakil Presiden.
"Terlepas dari apa pun alasan sebenarnya Pak Perry mengundurkan diri, dalam jangka pendek tentu akan menimbulkan reaksi dari pelaku pasar dan investor. Mereka akan melihat apakah pengunduran diri ini akan memicu fluktuasi tajam terhadap nilai tukar rupiah atau tidak," kata dia.
Ia menjelaskan, selama 31 bulan terakhir pergerakan rupiah cenderung bergerak sideways dengan kecenderungan melemah tipis.
Namun, pergantian pucuk pimpinan bank sentral tetap menjadi faktor yang dicermati pelaku pasar.
Menurut Rosdiana, pengalaman di sejumlah negara menunjukkan pergantian pimpinan bank sentral tidak selalu berdampak negatif selama independensi lembaga tetap terjaga dan arah kebijakan moneter dijalankan secara konsisten.
"Yang paling penting adalah bagaimana pasar melihat independensi bank sentral. Siapa pun pengganti Pak Perry nantinya harus mampu menjaga kredibilitas kebijakan moneter sehingga gejolak akibat pergantian kepemimpinan bisa dikelola dengan baik," ujarnya.
Rosdiana mengingatkan, tantangan akan semakin besar apabila muncul persepsi bahwa pengunduran diri Perry dipengaruhi faktor di luar pertimbangan ekonomi.
"Kalau muncul persepsi bahwa pengunduran diri ini berkaitan dengan faktor non-ekonomi, tentu akan lebih sulit mengelola kepercayaan pasar. Pemerintah bersama Bank Indonesia harus mampu meyakinkan investor bahwa independensi bank sentral tetap terjaga," katanya.
Ia memperkirakan dalam jangka pendek pelaku pasar akan menunggu arah kebijakan moneter berikutnya serta sosok yang akan ditetapkan sebagai Gubernur BI definitif.
Baca Juga: Dugaan Perlakuan Khusus terhadap Febrie Adriansyah Berpotensi Ganggu Kepercayaan Publik