kingsheadwye.com

Pariaman dorong BMKG aktivasi HR Radar untuk sejahterakan nelayan

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat mendorong Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengaktifkan teknologi HR Radar di Taman Anas Malik guna mendukung keselamatan melaut dan meningkatkan kesejahteraan nelayan di daerah itu.

"Kami berharap kepada BMKG untuk bisa mengaktifkan sonar HR Radar tersebut yang tentu saja berguna untuk perkiraan cuaca bagi nelayan dan juga berfungsi untuk mendeteksi keberadaan kumpulan ikan di laut. Kalau ini aktif, kami yakin nelayan bisa sejahtera," kata Wali Kota (Wako) Yota Balad di Pariaman, Rabu.

Wako menyampaikan hal tersebut saat membuka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) yang diselenggarakan BMKG melalui Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur Padang di Pariaman.

Ia mengatakan Pariaman memiliki potensi kelautan dan perikanan yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat. Namun, lanjutnya aktivitas penangkapan ikan dipengaruhi kondisi cuaca dan laut yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Menurut dia, tinggi gelombang, kecepatan dan arah angin, serta arus laut merupakan sejumlah faktor alam yang memengaruhi keselamatan pelayaran, keberhasilan penangkapan ikan, hingga pendapatan nelayan.

Oleh karena itu, kata dia Pemkot Pariaman mendukung penuh pelaksanaan SLCN di daerah itu yang melibatkan 35 nelayan setempat karena hal itu selaras dengan penguatan teknologi mitigasi maritim HF Radar.

"(Setelah ini) Para nelayan tidak hanya mengetahui informasi prakiraan cuaca, tetapi juga sebagai literasi sehingga mampu memahami, membaca, dan memanfaatkan informasi tersebut sebagai dasar dalam mengambil keputusan sebelum melaut," katanya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur Padang Sahat Mauli Pasaribu mengatakan SLCN merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BMKG untuk memperkecil risiko kecelakaan kerja di laut.

Kegiatan bertujuan untuk membekali nelayan dengan kemampuan membaca data cuaca, memahami pergerakan arus laut, serta mengetahui peta sebaran ikan.

Menurut dia hal tersebut penting untuk menekan risiko kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem sekaligus membantu meningkatkan hasil tangkapan ikan nelayan.

Melalui kegiatan itu, nelayan diharapkan semakin mampu memanfaatkan informasi meteorologi maritim dalam merencanakan aktivitas penangkapan ikan sehingga keselamatan saat melaut dapat lebih diperhatikan.