Pewarta ANTARA bawakan disertasi penyuluhan stunting berbasis WhatsApp - ANTARA News Kalimantan Barat
Kota Bandung (ANTARA) - Pewarta Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA, Indriani membawakan disertasi yang menyimpulkan penyuluhan berbasis WhatsApp Group dapat menjadi media efektif untuk mendukung perubahan pola asuh makan anak dalam upaya penanganan stunting.
Dalam penelitiannya, Indriani memilih Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai lokasi studi karena daerah tersebut masih memiliki prevalensi stunting yang tergolong tinggi, yakni mencapai 27,6 persen berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2024.
“Kabupaten tersebut juga memiliki komitmen tinggi dalam penanganan stunting, yang dibuktikan dengan lahirnya sejumlah peraturan daerah (perda) dalam upaya penanganan stunting,” kata Indriani dalam keterangan yang diterima di Bandung, Kamis.
Indriani dinyatakan lulus dalam sidang promosi doktor yang digelar di Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Rabu (15/7).
Ia mempertahankan disertasi berjudul “Model Penyuluhan Pola Asuh Makan Pada Anak Usia Dini Melalui WhatsApp Group” di hadapan tim penguji dan promotor Program Studi Komunikasi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (KMP) Sekolah Pascasarjana IPB University.
Menurut dia, Lombok Timur dinilai memiliki komitmen kuat dalam upaya percepatan penurunan stunting sehingga menjadi lokasi yang relevan untuk menguji model penyuluhan berbasis teknologi digital.
“Perlu upaya penyuluhan untuk mendorong perubahan perilaku pola asuh makan anak usia dini melalui pemanfaatan WhatsApp yang paling sering digunakan masyarakat Indonesia,” katanya.
Penelitian yang dilakukan pada Juli hingga Oktober 2025 tersebut melibatkan 128 responden dari enam lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) di Lombok Timur dengan menggunakan metode eksperimen semu.
Kajian tersebut mengintegrasikan Theory of Planned Behavior dan Technology Acceptance Model (TAM) untuk menjelaskan bagaimana persepsi, kendali perilaku, serta penerimaan terhadap teknologi digital dapat memengaruhi perubahan pola asuh makan pada anak usia dini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pesan, pengaruh lingkungan, dan persepsi kemudahan penggunaan teknologi menjadi faktor penting dalam mendorong perubahan perilaku pengasuh anak.
Berdasarkan temuan tersebut, Indriani merumuskan Model SEMETON yang merupakan singkatan dari Sosial, Edukasi, Mediasi Transmisi, Orientasi, dan Norma. Dalam bahasa Sasak, “semeton” juga bermakna saudara atau kerabat.
Meski demikian, Indriani mengakui penelitiannya memiliki keterbatasan karena intervensi hanya berlangsung selama 10 pekan sehingga belum cukup untuk mengamati perubahan perilaku secara lebih signifikan.
Ia menyarankan penelitian serupa dilakukan dalam rentang waktu 12 hingga 16 pekan dengan pengukuran lanjutan.
Indriani merupakan wartawati LKBN ANTARA kelahiran Tanjungkarang, Lampung, 26 Juni 1986. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dan meraih gelar magister komunikasi dari Universitas Indonesia sebelum melanjutkan studi doktoral di IPB University.
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.