Polda Jabar Umumkan Sikat Begal Tapi Tetap Humanis ke Saat Atur Lalu Lintas |Republika Online
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan menyampaikan perkembangan terbaru kasus perdagangan bayi ke Singapura, Rabu (16/7/2025). Sindikat perdagangan bayi ini memiliki laman di Facebook dengan modus adopsi anak.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Polda Jawa Barat menempatkan ribuan personel di titik rawan kejahatan dan kemacetan di wilayah hukum Jawa Barat. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat Jawa Barat.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan penempatan personel di titik-titik krusial berhasil mengurai penumpukan kendaraan. Langkah preventif ini merupakan bagian dari komitmen Polda Jabar menghadirkan rasa aman dan pelayanan responsif bagi masyarakat Jawa Barat.
"Pengawasan ketat serta pengaturan lalu lintas secara humanis berhasil menekan angka pelanggaran sekaligus meminimalisasi potensi kecelakaan lalu lintas di jam-jam rawan," kata dia, Selasa (11/8/2026).
Ia menuturkan pengawasan dan pengaturan arus lalu lintas ini akan terus dilakukan secara berkala di titik-titik rawan. Polda Jabar juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kesadaran berkendara. Selain itu, mematuhi petunjuk petugas di lapangan, serta mengutamakan keselamatan sebagai kebutuhan bersama di jalan raya.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto mendorong agar seluruh jajaran Polrestabes Bandung untuk menyikat habis pelaku begal dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Selain itu, petugas dapat mengayomi dan melayani masyarakat.
Ia mengatakan kunjungan ke Polrestabes Bandung untuk mengetahui kondisi terkini di Kota Bandung. Pihaknya terus mendorong agar seluruh pihak menjaga dan merawat wilayah Jawa Barat.
"Bagaimana keluhan-keluhan masyarakat kita jawab semua untuk menuntaskan, ya, mencegah dan juga menanggulangi isu-isu yang menonjol saat ini seperti begal dan yang lain-lain," ucap dia di Mapolrestabes Bandung, Senin (10/8/2026).