Sulteng salurkan sarana prasarana pencegahan karhutla
Sulteng salurkan sarana prasarana pencegahan karhutla
Selasa, 18 Agustus 2026 05:24 WIB
Arsip-petugas Manggala Agni melakukan pendinginan di area bekas karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur. (ANTARA/HO-Kemenhut)
Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyalurkan bantuan sarana dan prasarana untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring mulai munculnya kasus itu di Sulteng akhir-akhir ini.
"Semoga bantuan ini bisa membantu kerja-kerja penanganan karhutla di lapangan," kata Gubernur Sulteng Anwar Hafid di sela-sela peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Palu, Senin.
Bantuan itu diberikan kepada 36 Masyarakat Peduli Api (MPA), yang tersebar di UPT Taman Hutan Raya (Tahura) dan di 13 Unit Pelaksana Tugas Kesatuan Pengelolaan Hutan Sulawesi Tengah.
Bantuan itu secara simbolis diterima oleh MPA Lumbu Dolo dan UPT KPH Banawa Lalundu Kabupaten Donggala. Bantuan berupa satu unit alat pompa air (ALKON) dan selang. Satu unit APD (Baju Anti Api, Kaos Tangan, Jungle Boot, Helm, dan Masker Scuba). Satu unit alat pemadam api ringan (Apar), satu alat semprot punggung dan satu unit pemukul api.
Sejak Januari 2026 hingga pertengahan Agustus 2026 menunjukkan adanya peningkatan kejadian karhutla di Sulteng. BPBD Sulteng mencatat 33 kejadian karhutla, dengan luas terdampak sekitar 240 hektare di Kabupaten Tojo Una-Una, Banggai, parigi Moutong, Poso dan Banggai Kepulauan.
Karhutla terbesar terjadi di akhir Maret 2026 di kabupaten Parigi Moutong dengan 17 titik api di 17 desa, dengan luasan mencapai 216 hektare pada perkebunan durian, kakao, kelapa, cengkeh dan pala.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) berada pada kategori sedang hingga sangat tinggi selama 9-15 Agustus 2026.
“Kami sampaikan bahwa potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sulawesi Tengah saat ini berada pada kategori sedang hingga sangat tinggi di sejumlah kabupaten/kota,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu Taufiq Hidayah.
Ia mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi suhu udara yang tinggi, kelembapan rendah, dan angin kencang yang dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran. Dia mengimbau seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melakukan langkah-langkah mitigasi.
Pewarta : Fauzi
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026