Puan Maharani hadiri Sidang Tahunan dengan kebaya brokat berwarna hijau olive - ANTARA News Bangka Belitung
Jakarta (ANTARA) - Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri agenda Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 mengenakan kebaya brokat berwarna hijau olive.
Dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, Puan memilih memakai kebaya brokat itu karena terinspirasi dari kebaya Sunda berwarna hijau olive dengan detail ribbon applique.
Penampilannya dilengkapi dengan selendang berwarna hijau tua, dan kain bernuansa senada.
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Wapres Gibran Rakabuming Raka, beserta jajaran Kabinet Merah Putih dan tamu kenegaraan.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato kenegaraan Presiden dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026.
Sidang Tahunan dan Sidang Bersama pun dihadiri oleh presiden dan wakil presiden terdahulu, serta kepala badan/lembaga, dan ketua umum partai politik.
Tampak dalam acara di antaranya Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Wapres ke-11 RI Boediono, serta Wapres ke-13 RI Ma'ruf Amin.
Kemudian, para ketua Umum partai politik yang hadir seperti Ketum NasDem Surya Paloh, Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Ketum PAN Zulkifli Hasan, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketum Golkar Bahlil Lahadalia.
Usai Sidang Tahunan dan Sidang Bersama, Puan akan memimpin agenda DPR akan dilanjutkan dengan Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 yang diselenggarakan pada pukul 14.30 WIB.
Di rapat paripurna tersebut, Presiden Prabowo akan menyampaikan pidato kenegaraan terkait nota keuangan serta Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027. Sedangkan Puan akan memberikan pidato pembukaan masa sidang DPR.
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Uploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.